Z Nation Bangkit Lagi, The Asylum Siapkan Sekuel 10 Episode

Penulis: Budi Santoso  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:19:01 WIB
The Asylum resmi menghidupkan kembali Z Nation melalui sekuel berjudul Z Nation: Resurrection.

SULAWESI TENGAH — The Asylum resmi menghidupkan kembali Z Nation lewat sekuel berjudul Z Nation: Resurrection yang berlatar beberapa tahun setelah kisah aslinya berakhir. Rencananya musim pertama terdiri dari 10 episode, dengan sejumlah nama lama seperti Kellita Smith dan Keith Allan masih dalam pembicaraan untuk kembali. Proyek ini sedang ditawarkan ke pembeli internasional di pasar televisi Mipcom di Cannes.

The Asylum, rumah produksi di balik waralaba Sharknado, mengonfirmasi bahwa Z Nation: Resurrection bakal menghadirkan generasi penyintas baru di dunia yang sama dengan seri aslinya. Para penggemar setia tetap jadi pertimbangan utama dalam menghidupkan kembali cerita ini.

Premis dan Latar Cerita

Z Nation: Resurrection mengambil setting beberapa tahun setelah peristiwa di seri original. Dunia kini menghadapi ancaman zombie jenis baru yang berpotensi memusnahkan sisa populasi manusia yang masih bertahan.

Alih-alih fokus ke karakter lama, sekuel ini memperkenalkan generasi penyintas baru sebagai pemeran utama. Karakter ikonik dari seri sebelumnya tetap disiapkan sebagai pendukung.

Nama Lama yang Berpotensi Kembali

Kellita Smith (Warren), Keith Allan (Murphy), Russell Hodgkinson (Doc), dan DJ Qualls (Citizen Z) dikabarkan tengah bernegosiasi untuk bergabung kembali. Posisi mereka di sekuel ini bukan lagi sebagai pemeran utama, melainkan peran pendukung.

Keputusan menghadirkan wajah-wajah lama ini sejalan dengan strategi The Asylum yang ingin menyenangkan basis penggemar setia tanpa mengulang formula lama.

Jejak Panjang Z Nation di Industri Serial

Seri asli Z Nation tayang di SYFY selama lima musim dengan total 68 episode, dari 2014 hingga 2018. Kesuksesannya melahirkan prekuel Black Summer yang dirilis Netflix dan berjalan dua musim antara 2019 sampai 2021.

Sepanjang penayangannya, Z Nation dikenal karena pendekatan horor-komedi yang berani dan tidak takut mengejutkan penonton. Karakter seperti Warren dan Murphy menjadi ikon tersendiri di kalangan penggemar genre zombie.

Alasan The Asylum Menghidupkan Kembali

Pendiri bersama The Asylum, David Rimawi, menyebut pertanyaan soal kelanjutan Z Nation sudah lama muncul dari penggemar. Menurutnya, dunia cerita ini tidak pernah benar-benar hilang dari perhatian.

"Z Nation has never really gone away," kata Rimawi. "The fans have kept this world alive, and for years we've heard the same question: 'When are you bringing it back?' Z Nation: Resurrection gives us the opportunity to return to the characters and universe audiences love while taking the story somewhere bigger, darker, and even more unpredictable."

Pernyataan senada datang dari pendiri Vital Signs Entertainment, Thomas P. Vitale. Ia menilai seri aslinya berhasil karena berani, lucu, dan selalu siap memberi kejutan.

"The original series connected with audiences because it was fearless, funny, and never afraid to surprise people," ujar Vitale. "Z Nation: Resurrection builds on everything that made the series distinctive while expanding the mythology, raising the stakes and creating opportunities to take the franchise in exciting new directions."

Rencana Produksi dan Distribusi

The Asylum menggandeng Vital Signs Entertainment, perusahaan produksi yang didirikan mantan eksekutif SYFY, Thomas P. Vitale, untuk menggarap musim pertama. Totalnya 10 episode.

Proyek ini sedang dipasarkan ke pembeli internasional di pasar televisi Mipcom di Cannes. David Michael Latt dan Paul Bales dari The Asylum dipercaya sebagai produser eksekutif bersama Rimawi dan Vitale.

Kebangkitan Z Nation menambah daftar waralaba horor yang kembali dilirik industri hiburan global, sekaligus menguji apakah formula horor-komedi khas The Asylum masih relevan di pasar streaming yang makin kompetitif.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top