SULAWESI TENGAH — Delapan restoran baru di India ini belum masuk daftar 50 besar Condé Nast Traveller x District Top Restaurant Awards karena baru buka setelah 1 Januari 2026, tapi masing-masing sudah mengubah cara orang makan dan minum di kotanya. Mulai dari bar bergaya chaupal desa di Hyderabad, tasting menu sembilan tahun persiapan Gaggan Anand di Delhi, hingga dessert-only degustation di Bengaluru. Simpan daftarnya untuk perjalanan kuliner Anda berikutnya.
Daftar 50 restoran terbaik India versi Condé Nast Traveller x District Top Restaurant Awards memang sudah diumumkan. Tapi ada syarat kelayakan yang membuat sejumlah tempat buka paling menarik tahun ini justru tak masuk: restoran harus beroperasi sebelum 1 Januari 2026. Delapan tempat berikut hadir sebagai penghargaan tandingan, tersebar dari Hyderabad sampai New Delhi.
Masing-masing membawa obsesi berbeda. Ada yang membangun ulang rasa kampung halaman, ada yang mengolah ilmu fermentasi sampai ke level molekuler. Berikut panduan lengkapnya untuk Anda yang sedang merencanakan wisata kuliner ke India.
Restaurateur Vickas Passary sengaja melawan tren bar Hyderabad yang makin besar. Di Hitech City, ia membangun Kadamba sebagai ruang hangat dan intim yang meniru chaupal, balai desa tempat semua orang sudah hafal pesanan tetangganya.
Pusat ruangan adalah bar bergaya omakase sepanjang 30 kaki yang menempatkan tamu dan bartender sejajar mata. Mixologist Sujan Shetty menyusun menu berbasis nostalgia dengan sentuhan teknis, dari Aam-Chur dengan tequila dan zaitun sampai Bloody Mary yang diracik ulang pakai black garlic dan raspberry.
Chef Jyoti Singh membawa makanan yang berkeliling negeri, hasil perjalanan backpacking 2019 ke Bihar, Nagaland, Kerala, dan Assam. Lahirlah hidangan seperti Chena Paturi dan donne mutton pulao. Ini bar pan-India yang tidak pretensius dan dirancang untuk berlama-lama.
Ilvika Chandawarkar, generasi kedua Malaka Spice Hospitality Group, menggandeng Prantik Haldar, mantan bar head The Bombay Canteen, membangun The Kowloon Tiger. Idenya muncul saat perjalanan ke Hong Kong dan Kyoto, ketika salah belok membawa mereka ke bar lingkungan yang jadi langganan tetap.
Ruangan berkapasitas 35 kursi ini mengusung suasana gang Asia bergaya speakeasy. Bar omakase di lantai bawah jadi pusat energi. Dapur Rohan Mahabal menjelajah Hong Kong dan Jepang dengan porsi daging babi melimpah, termasuk dandan noodles berbasis kacang dan pork sausage chili fry bermuatan Sichuan.
Daftar koktail Haldar menamai tiap minuman dengan nama karakter, dari Blue Lantern berbahan Earl Grey dan melon sampai Black Myth dengan scotch dan black sesame.
Minibé bermula dari supper club bulanan di apartemen dua bersaudara Jenny dan Steffi Clinta. Kini tempat itu permanen di Indiranagar dengan 20 kursi, seluruhnya dibangun di sekitar tasting menu sembilan hidangan penutup.
Chef Jenny menempuh diploma di Bengaluru, magang di Restaurant Salicorne Normandia, dan bootcamp di bawah pastry chef Will Goldfarb di Bali. Semua pengalaman itu ia rangkai ulang lewat ingatan masa kecil di Minnie Bay, Kepulauan Andaman.
Menu bernama Sagarika bergerak dari gurih ke manis. Pembukanya Marina Bites berisi pani puri dari kentang puff dan cutlet tuna yellowfin berdasar resep ibunya. Perjalanan berlanjut lewat chicken shikampuri kebab dan Mont Blanc yang diolah ulang dengan sawo dan kacang mede. Penutupnya Petit Fours, termasuk samosa kentang gaya Kolkata dan crème caramel resep nenek kedua chef. Tasting menu yang seluruhnya berbasis dessert sudah langka, apalagi yang sedekat ini dengan kisah pribadi pembuatnya.
Chef Rahul Sharma, lulusan program STEP grup Oberoi, menempuh dua periode bersama tim pembuka Masque, magang di noma, lalu memimpin dapur Araku. Di Araku ia bertemu investor akhirnya, Bhavish Aggarwal dari Ola.
Nila menempati bungalow yang direnovasi di Cambridge Layout dengan sentuhan Jepang-Skandinavia: lengkungan bulat dan dapur terbuka sepanjang satu dinding. Tasting menu 12 hidangannya dibangun di sekitar hutan dan tradisi pangan suku India timur laut, terutama Nagaland.
Black Rice Momo hadir dengan isian kenyal dan beraroma kacang, jauh berbeda dari momo biasa. Tree Tomato Custard memasangkan tamarillo Nagaland dengan kaldu keju beraroma confit wild garlic. Menu berganti tiap tiga bulan, dan Sharma berjanji terus menggali daerah-daerah yang jarang masuk tasting menu mana pun.
r?ga adalah kepulangan Gaggan Anand ke India yang lama ditunggu. Operasional harian di Janpath dipegang chef Rydo Anton, tangan kanannya yang lahir di Jakarta, karena Anand membagi waktu antara dapur Delhi, restoran Bangkok, dan proyek hotel di Jepang.
Menu 22 hidangan ini berjalan hampir tiga jam dan sengaja dibuat tidak seintens menu Anand di Thailand. Informasi harga tiket, jam buka, dan sistem reservasi tiap restoran sebaiknya dikonfirmasi langsung ke masing-masing tempat sebelum berkunjung, karena kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu.
Untuk pengalaman paling utuh, sisihkan minimal dua hari per kota jika ingin mencoba lebih dari satu restoran dalam daftar ini. Setiap tempat menuntut waktu, bukan sekadar singgah cepat.