BPBD Pasok 40 Ribu Liter Air ke 5 Desa Kekeringan di Parigi Moutong, 56,8 Hektare Kebun Warga Terdampak

Penulis: Deni Kurniawan  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 10:50:02 WIB
BPBD Parigi Moutong memasok sekitar 40 ribu liter air bersih ke lima desa terdampak kekeringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong memasok sekitar 40 ribu liter air bersih ke lima desa di dua kecamatan yang terdampak kekeringan akibat El Nino. Suplai air menyasar Desa Kayu Agung di Kecamatan Mepanga serta Desa Tirta Nagaya, Gunung Sari, Santigi, dan Bolano Barat di Kecamatan Bolano. Lahan kebun warga yang terdampak kemarau di kelima desa itu mencapai 56,8 hektare.

PARIGI MOUTONG — Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menyatakan pihaknya menyiapkan puluhan ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Dari total pasokan, 8 ribu liter dialokasikan ke Desa Kayu Agung, Kecamatan Mepanga, dengan luas kebun warga yang terdampak kemarau sekitar 12 hektare.

Sisanya, 32 ribu liter air disalurkan ke empat desa di Kecamatan Bolano, yakni Desa Tirta Nagaya, Gunung Sari, Santigi, dan Bolano Barat. Luas kebun warga yang terdampak di wilayah itu tercatat sekitar 44,8 hektare.

Posko Satgas Siaga Darurat Dikerahkan di Dua Kecamatan

Suplai air bersih dijalankan posko Satuan Tugas (Satgas) Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan Kecamatan Bolano dan Mepanga. Rivai menyebut tim satgas terus memantau perkembangan dampak kemarau di sejumlah wilayah kabupaten itu.

"Lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong terdampak kekeringan, sehingga petugas memasok sekitar 40 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," kata Rivai.

Kondisi kekeringan di Parigi Moutong diprediksi berlanjut hingga Oktober 2026. Perpanjangan musim kemarau ini berkaitan dengan fenomena El Nino yang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.

Siapa Saja yang Tergabung dalam Satgas Siaga Karhutla

Tim yang dikerahkan dalam satgas siaga karhutla dan kekeringan melibatkan personel BPBD, Satpol-PP, relawan PMI, hingga petugas dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.

Rivai menuturkan, komposisi lintas instansi itu dibentuk agar penanganan dampak kemarau bisa berjalan lebih cepat di lapangan.

Karhutla di Bolano Lambunu, 3 Hektare Lahan Terbakar

Di luar penanganan kekeringan, tim satgas juga menangani kebakaran hutan dan lahan di Desa Patunasugi, Kecamatan Bolano Lambunu. Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 3 hektare.

Lahan kebun milik warga setempat ikut terbakar dalam peristiwa itu. Penanganan karhutla melibatkan TNI/Polri, aparat desa, dan masyarakat setempat.

"Hingga pukul 21.00 WITA api telah berhasil dipadamkan. Satu unit mobil pemadam kebakaran milik TNI dikerahkan memadamkan api," ujar Rivai.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top