Marcos Santos Puji Mentalitas Arema FC Usai Comeback 2-2 Lawan Bhayangkara

Penulis: Budi Santoso  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:18:02 WIB
Pemain Arema FC, Marcos Vinicius, melepaskan tendangan mendatar yang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-52.

SULAWESI TENGAH — Arema FC bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-4 Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Sabtu (10/10/2026). Dua gol balasan kilat Marcos Vinicius dan Samuel Otusanya menyelamatkan Singo Edan dari kekalahan di hadapan ribuan Aremania.

Laga di Stadion Kanjuruhan berjalan dramatis sejak babak pertama. Arema FC tertinggal lebih dulu akibat gol Matias Ernesto Ocampo pada menit ke-16, lalu Milan Ristovski menggandakan keunggulan Bhayangkara FC di menit ke-32. Dua gol itu lahir dari lemahnya pengawalan lini belakang tuan rumah.

Gol Cepat Marcos Vinicius dan Samuel Otusanya Selamatkan Arema

Memasuki babak kedua, Arema FC tampil dengan sikap yang jauh berbeda. Marcos Vinicius memperkecil ketertinggalan pada menit ke-52 lewat tendangan mendatar tajam yang menembus pojok gawang Bhayangkara FC.

Gol penyeimbang hadir sembilan menit berselang melalui skema bola mati. Umpan lambung presisi Marcos Vinicius disambut tandukan keras Samuel Otusanya yang tak mampu dihalau kiper lawan. Kedudukan berubah 2-2 dan bertahan hingga peluit panjang.

Bagi Otusanya, gol tersebut menjadi yang pertama bersama Arema FC sejak didatangkan musim ini. "Mencetak gol pertama di stadion ini di hadapan para pendukung adalah pengalaman yang luar biasa. Hasil imbang ini membuktikan kepada semua orang bahwa Arema tidak pernah menyerah," ujar Otusanya.

Krisis Gelandang Bertahan Jadi Pemicu Lemahnya Babak Pertama

Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, mengakui tanggung jawab penuh atas performa buruk di babak pertama. Menurutnya, tim sebenarnya memulai 15 menit awal dengan baik sebelum kehilangan energi di lini tengah.

Krisis gelandang bertahan murni menjadi penyebab utama. Dua pilar utama, De Wanga dan Betinho, dipastikan absen akibat cedera parah. Marcos terpaksa memainkan Choi Hyun-bin (Yamamoto) sebagai jangkar di babak pertama sebelum memasukkan Arkhan pada babak kedua.

"Pertandingan yang sangat sulit. Tanggung jawab penuh pada babak pertama ada di tangan saya karena tim harus tertinggal dua gol. Di ruang ganti saat jeda, kami mengubah sikap dan mentalitas. Perilaku pemain di babak kedua benar-benar berbeda hingga kami sanggup menyamakan kedudukan," papar Marcos Santos.

Marcos Santos Soroti Keputusan Wasit dan VAR

Juru taktik asal Brasil itu juga menyoroti kepemimpinan wasit dan keputusan VAR yang dinilainya kurang tegas. Ia menyebut ada insiden handball di dalam kotak penalti lawan yang luput dari hadiah penalti.

Meski enggan berpuas diri dengan hasil imbang, Marcos mengapresiasi tinggi daya juang anak asuhnya. "Tidak ada istilah 'saya' dalam tim ini. Kami tidak menang atau kalah secara individu. Yang ada adalah 'kita', yaitu Arema FC. Catatan belum pernah kalah dalam empat laga awal ini menjadi modal positif untuk terus bekerja keras ke depan," tegas Marcos.

Modal Positif Menuju Laga Berikutnya

Hasil imbang ini membuat Arema FC tetap belum terkalahkan dalam empat laga awal Super League 2026/2027. Mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan Marcos Vinicius dan kolega menjadi modal berharga bagi Singo Edan untuk menghadapi jadwal berikutnya.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: malang-post.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top