Untad dan Pemkab Banggai Kepulauan Teken MoU Pembangunan Berbasis Riset, Bupati Soroti Keterbatasan SDM

Penulis: Budi Santoso  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:16:01 WIB
Pimpinan Untad dan Pemkab Banggai Kepulauan menandatangani MoU kerja sama pembangunan berbasis riset.

PALU — Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pihak Untad bersama Pemkab Banggai Kepulauan, dirangkaikan dengan PKS antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Banggai Kepulauan dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untad. Agenda tersebut dihadiri jajaran pimpinan Untad serta rombongan pejabat dari Pemkab Banggai Kepulauan.

Kerja sama ini menempatkan Untad sebagai mitra akademik dalam penyusunan kajian dan riset yang dibutuhkan Pemkab Banggai Kepulauan. PKS yang diteken Bappeda-Litbang dengan LPPM Untad menjadi pintu masuk bagi keterlibatan dosen dan peneliti dalam program pembangunan daerah.

Potensi Besar Banggai Kepulauan yang Belum Terkelola Optimal

Bupati Rusli Moidady menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, Banggai Kepulauan menyimpan potensi besar di sejumlah sektor yang belum tergarap maksimal.

"Banggai Kepulauan memiliki potensi besar di bidang kelautan, perikanan, pariwisata, pertanian, hingga potensi geopark. Namun, kami menghadapi tantangan berupa keterbatasan SDM serta minimnya hasil kajian dan riset mendalam," ujar Bupati.

Ia menyebut Untad sebagai jantung pendidikan di Sulawesi Tengah yang memiliki para pakar dan tenaga ahli untuk menjawab tantangan tersebut. Pernyataan itu merujuk pada kebutuhan Pemkab akan pemikiran akademis dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

Mengapa Kerja Sama Ini Dibutuhkan Sekarang

Keterbatasan sumber daya manusia di daerah menjadi alasan utama di balik kerja sama ini. Pemkab Banggai Kepulauan membutuhkan dukungan riset untuk mengoptimalkan potensi daerah, terutama sektor kelautan dan perikanan yang menjadi tulang punggung wilayah kepulauan.

Selain itu, potensi geopark yang disebut Bupati memerlukan kajian ilmiah sebelum dikembangkan lebih jauh. Tanpa riset mendalam, pengelolaan potensi tersebut berisiko tidak berkelanjutan.

Dampak bagi Warga Banggai Kepulauan

Kolaborasi ini diharapkan mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih berbasis data dan kajian akademik. Bagi warga, implikasinya bisa terasa pada program pengelolaan perikanan, pengembangan pariwisata, hingga pemberdayaan sektor pertanian.

Pemkab juga membuka ruang bagi keterlibatan akademisi Untad dalam pendampingan program daerah. Skema itu memungkinkan transfer pengetahuan dari kampus ke pemerintah daerah berjalan lebih terstruktur.

Langkah Lanjutan Setelah Penandatanganan

MoU dan PKS yang diteken menjadi kerangka awal. Tahap berikutnya adalah penyusunan program konkret antara Bappeda-Litbang Banggai Kepulauan dan LPPM Untad, termasuk penentuan prioritas riset dan jadwal pelaksanaan.

Untad dan Pemkab Banggai Kepulauan belum merinci daftar program yang akan dijalankan lebih dulu. Namun, kedua pihak menyatakan komitmen untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai isi kesepakatan.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: sultengraya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top