Kelme Beberkan Teknologi di Balik Jersey Timnas Indonesia, Beda Versi Pemain dan Replika

Penulis: Andi Pratama  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 17:47:31 WIB
Jersey Timnas Indonesia rancangan Kelme diperkenalkan pada Maret 2026.

SULAWESI TENGAH — Kelme mengungkap sejumlah teknologi tekstil yang tertanam pada jersey Timnas Indonesia, mulai dari kain ultraringan, moisture wicking, hingga micro-perforation untuk ventilasi. Jersey hasil kerja sama dengan PSSI ini diperkenalkan pada Maret 2026 dan menjadi seragam pertama Kelme selama kontrak hingga 2030. Versi player issue dan replika ternyata memakai material berbeda, dengan pola ergonomis 3D yang disesuaikan data ukuran pemain.

Kelme merancang jersey Timnas Indonesia dengan pendekatan yang tidak sekadar soal tampilan visual. Pabrikan asal Spanyol itu mengklaim seluruh rangkaian seragam dikembangkan memakai kain ultraringan berdaya napas tinggi, yang berfungsi mempercepat pengeluaran keringat sekaligus meningkatkan ventilasi.

Pendekatan ini relevan untuk pertandingan di cuaca panas dan lembap seperti Indonesia. Jersey yang berat atau sulit melepas panas membuat pemain cepat tidak nyaman begitu intensitas lari meningkat.

Moisture Wicking dan Quick Drying di Versi Replika

Pada jersey replika yang dijual ke suporter, Kelme mencantumkan teknologi moisture wicking dan quick drying. Moisture wicking memindahkan keringat dari permukaan kulit ke permukaan kain, lalu keringat menguap lewat sirkulasi udara sehingga material lebih cepat kering.

Efeknya, keringat tidak menempel terlalu lama di tubuh. Kelme juga menyebut material jersey bersifat ringan, elastis, dan fleksibel sehingga tidak membatasi gerakan pemain.

Micro-Perforation untuk Sirkulasi Udara

Teknologi lain yang dipakai adalah micro-perforation, yakni lubang-lubang mikro yang ditempatkan secara strategis di area tertentu jersey. Kelme menyebut ventilasi maksimal pada produknya dibantu konstruksi lubang kecil ini.

Ukurannya sangat kecil sehingga tidak selalu terlihat dari jarak jauh. Konsepnya menyerupai ventilasi pada pakaian olahraga lain: memberi jalur udara bergerak tanpa membuat seluruh permukaan kain berlubang.

Pola Ergonomis 3D Berbasis Data Pemain

Pada versi player issue, Kelme memakai pola ergonomis 3D yang dioptimalkan berdasarkan data ukuran pemain Timnas Indonesia. Pola itu dirancang menghasilkan kecocokan presisi di bagian bahu, torso, dan kaki, sekaligus mengikuti gerakan tubuh saat aktivitas berintensitas tinggi.

Artinya, jersey tidak dibuat hanya berdasarkan ukuran S, M, atau L. Potongan pakaian diperhitungkan agar mengikuti bentuk dan pergerakan atlet.

Beda Material Player Issue dan Replika

Jersey yang dipakai pemain tidak identik dengan replika untuk suporter. Kelme menyebut versi player issue memakai K-TechFit dan DrySport+ Fabric, yang dirancang membantu stabilitas material, sirkulasi udara, dan pengelolaan keringat.

Sementara jersey replika tetap memakai material polyester dengan teknologi moisture wicking dan quick drying. Pembagiannya jelas: player issue diarahkan untuk kebutuhan performa atlet, replika dibuat agar penggemar mendapat tampilan dan karakter jersey Timnas dengan harga lebih terjangkau.

Baik jersey home maupun away versi player issue yang dijual Kelme tercatat memakai material 100% polyester. Bahan ini lazim di pakaian olahraga karena relatif ringan, kuat, dan bisa dirancang untuk mengelola kelembapan.

Yang membedakan jersey olahraga bukan cuma jenis seratnya. Struktur kain, pola rajutan, konstruksi pakaian, ventilasi, dan potongan ikut menentukan bagaimana pakaian terasa saat dipakai beraktivitas fisik.

Kolaborasi Kelme, PSSI, dan John Herdman

CEO Kelme Indonesia Kevin Wijaya mengatakan proses perancangan jersey dilakukan melalui kolaborasi antara Kelme dan PSSI. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman turut terlibat memastikan kualitas material jersey.

Menurut Kevin, keterlibatan Herdman bukan untuk menentukan desain visual. Fokusnya adalah memastikan material yang digunakan memiliki sirkulasi udara yang memadai bagi pemain.

Jersey ini diperkenalkan pada Maret 2026 dan menjadi seragam pertama dalam kerja sama Kelme dengan PSSI yang berjalan hingga 2030. Bagi pelaku bisnis apparel dan suporter, perbedaan spesifikasi antara player issue dan replika menjadi acuan penting sebelum membeli, terutama jika yang dicari adalah performa, bukan sekadar identitas di tribun.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top