SULAWESI TENGAH — Dewan Thai Airways memberhentikan CEO Chai Eamsiri setelah banjir besar di Bangkok melumpuhkan operasional maskapai, termasuk pembatalan sejumlah penerbangan dan penumpukan bagasi di Bandara Suvarnabhumi. Chai diskors dan menjalani penyelidikan terkait prosedur manajemen krisis yang diterapkan perusahaan, seperti dilaporkan ke bursa saham pada Jumat (2/10/2026). Keputusan ini muncul beberapa hari setelah Kementerian Pariwisata Thailand mengkritik keras penanganan krisis maskapai pelat merah itu.
Hujan deras yang mengguyur Bangkok hampir 48 jam tanpa henti membuat sejumlah wilayah ibu kota Thailand terendam. Kondisi itu berdampak langsung pada staf Thai Airways yang kesulitan mencapai tempat kerja, sehingga jadwal penerbangan dan penanganan bagasi di Bandara Suvarnabhumi terganggu.
Thai Airways membatalkan sejumlah penerbangan dan menghentikan sementara operasional kargo. Penumpukan bagasi terjadi hingga Angkatan Udara Thailand turun tangan membantu proses penanganannya.
Chai Eamsiri diberhentikan pada Jumat (2/10/2026), beberapa hari setelah Menteri Pariwisata Thailand Surasak Phancharoenworakul melontarkan kritik terhadap penanganan krisis maskapai. Dalam laporan ke bursa saham, Thai Airways menyatakan Chai telah diskors dan akan menjalani penyelidikan terkait prosedur manajemen krisis yang diterapkan perusahaan.
Chai mengaku tidak mendapat penjelasan rinci soal alasan pemberhentiannya. "Mereka tidak memberikan alasan (atas pemecatan saya)," kata Chai kepada wartawan pada Jumat.
"Mereka ingin melihat apakah ada celah... kesalahan dalam pekerjaan yang dilakukan," ujarnya menambahkan.
Surasak sebelumnya meminta jajaran manajemen Thai Airways mengundurkan diri apabila tidak mampu mengatasi masalah keterlambatan penerbangan. Menurutnya, persoalan itu bukan hanya mengganggu penumpang, tetapi juga berpotensi mencoreng reputasi pariwisata Thailand.
Bangkok sendiri telah dinyatakan sebagai zona terdampak bencana banjir pada akhir pekan sebelumnya. Hingga laporan ini diturunkan, beberapa kawasan masih terendam dan kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas transportasi, termasuk penerbangan.
Bagi wisatawan yang memiliki jadwal penerbangan ke atau dari Bangkok dalam waktu dekat, gangguan operasional masih mungkin terjadi. Pemantauan status penerbangan secara berkala dan konfirmasi langsung ke maskapai menjadi langkah paling aman sebelum berangkat.
Penanganan bagasi yang sempat menumpuk juga menjadi perhatian tersendiri. Traveler disarankan tiba lebih awal di bandara dan memastikan label bagasi terpasang dengan benar untuk mengantisipasi keterlambatan.
Perkembangan situasi banjir di Bangkok dan kebijakan operasional Thai Airways dapat berubah cepat. Informasi terkini sebaiknya dikonfirmasi melalui kanal resmi maskapai atau otoritas bandara setempat sebelum melakukan perjalanan.