Suzuki Fronx GL 2026 Pakai Mesin K15B 1.5L, Harga Lebih Murah dari Varian Hybrid

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Sabtu, 26 September 2026 | 12:50:01 WIB
Suzuki Fronx GL 2026 mengusung mesin K15B 1.462 cc empat silinder tanpa sistem hybrid.

SULAWESI TENGAH — Suzuki Fronx GL 2026 menjadi varian terendah SUV kompak ini dengan mesin K15B 1.462 cc tanpa sistem hybrid. Konfigurasi empat silinder itu justru menghasilkan tenaga 104,7 PS, lebih besar daripada mesin K15C bertenaga hybrid pada tipe GX dan SGX. Pilihan transmisi manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan tersedia untuk konsumen Indonesia.

Varian GL menempati posisi paling terjangkau dalam jajaran Fronx yang dipasarkan Suzuki Indonesia. Mesin K15B yang dipakai bukan unit anyar, melainkan mesin yang sudah terbukti pada sejumlah model Suzuki lain di Tanah Air.

Spesifikasi Mesin K15B 1.462 cc di Fronx GL

Konfigurasi mesin terdiri dari empat silinder segaris, DOHC, VVT, dan sistem injeksi multipoint. Tenaga maksimal yang diklaim mencapai 104,7 PS pada 6.000 rpm dengan torsi puncak 138 Nm pada 4.400 rpm.

Angka output tersebut lebih tinggi dibanding mesin K15C pada varian hybrid, meski GL tidak mendapat bantuan motor listrik. Penggerak roda depan menjadi satu-satunya pilihan.

  • Mesin: K15B 1.462 cc empat silinder
  • Tenaga maksimal: 104,7 PS pada 6.000 rpm
  • Torsi maksimal: 138 Nm pada 4.400 rpm
  • Transmisi: manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan
  • Penggerak: roda depan (FWD)

Karakter Berkendara untuk Mobilitas Harian

Konfigurasi mesin tanpa hybrid membuat karakter GL sederhana dan berorientasi penggunaan harian. Transmisi otomatis empat percepatan terbilang konservatif untuk standar 2026, tetapi cukup untuk mobilitas perkotaan.

Bagi pengguna yang mengutamakan keandalan dan biaya perawatan, mesin K15B menawarkan keunggulan tersendiri. Komponennya sudah dikenal luas di bengkel resmi maupun umum.

Konsumsi BBM Fronx GL dari Berbagai Pengujian

Pengujian detikOto dengan metode full to full mencatat konsumsi 28,5 km/liter pada perjalanan 114,2 km. Pengujian itu menerapkan eco driving, memakai Pertamax Turbo, dan membawa empat orang penumpang.

Hasil berbeda muncul di kondisi lain. Rute dalam kota tercatat sekitar 15,3 km/liter, rute tol 22,2 km/liter, dan rute kombinasi 24,3 km/liter.

  • Pengujian eco driving: 28,5 km/liter
  • Rute dalam kota: 15,3 km/liter
  • Rute tol: 22,2 km/liter
  • Rute kombinasi: 24,3 km/liter

Selisih angka tersebut wajar. Konsumsi BBM dipengaruhi rute, kondisi lalu lintas, kecepatan, jenis bahan bakar, muatan, hingga gaya berkendara.

Posisi GL di Jajaran Fronx Indonesia

Fronx GL menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin SUV kompak dengan mesin konvensional. Varian GX dan SGX di atasnya memakai K15C dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Perbedaan utama terletak pada sistem penggerak. GL mengandalkan mesin bakar murni, sementara dua varian lain menggabungkan mesin dengan motor listrik untuk efisiensi.

Pilihan transmisi manual dan otomatis di GL memberi keleluasaan bagi konsumen. Pengguna yang ingin terlibat langsung dalam pengoperasian kendaraan bisa memilih manual, sedangkan pengguna perkotaan cenderung memilih otomatis.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top