Update Samsung SmartThings Rusak Kulkas AI, Makanan Tak Dingin

Penulis: Deni Kurniawan  •  Rabu, 23 September 2026 | 20:33:01 WIB
Kulkas pintar Samsung di Korea Selatan berhenti mendinginkan makanan setelah pembaruan SmartThings yang keliru.

SULAWESI TENGAH — Sejumlah besar pemilik kulkas Samsung di Korea Selatan kehilangan fungsi pendingin setelah update SmartThings yang keliru membuat perangkat mati total. Model Bespoke AI 4-Door disebut paling terdampak, dengan lampu interior, panel sentuh, dan sistem refrigerasi berhenti bekerja. Insiden ini terjadi tepat sebelum libur nasional Chuseok, memicu kemarahan pengguna.

Update perangkat lunak yang salah ternyata bisa melumpuhkan alat rumah tangga yang bergantung pada konektivitas. Kulkas pintar Samsung di Korea Selatan berhenti mendinginkan makanan setelah pembaruan SmartThings keliru didistribusikan ke perangkat pengguna.

Menurut laporan ZDNET Korea, versi perangkat lunak pengujian internal terkirim ke kulkas pelanggan secara tidak sengaja. Samsung mengakui kesalahan tersebut dan telah menghentikan penyebaran update, tetapi kerusakan pada unit yang sudah terdampak tetap terjadi.

Gejala Kerusakan yang Dilaporkan

Pemilik kulkas melaporkan sejumlah fungsi utama berhenti bekerja hampir seketika setelah update SmartThings terpasang. Lampu interior mati, panel sentuh tidak merespons, dan yang paling fatal, sistem pendingin tidak lagi berfungsi.

Model Bespoke AI 4-Door Refrigerator menjadi perangkat yang paling banyak dilaporkan mengalami masalah ini. Beberapa pengguna mencoba berbagai cara untuk memulihkan kulkas mereka, mulai dari mematikan dan menyalakan ulang hingga menghapus dan mendaftarkan kembali perangkat di platform SmartThings. Semua upaya itu gagal.

Sebagian pemilik kulkas terpaksa memakai dry ice dan kotak es untuk menjaga makanan tetap dingin selama perangkat mereka tidak bisa dipakai.

Dampak Libur Chuseok dan Keluhan Pengguna

Waktu kejadian memperburuk situasi. Kerusakan terjadi tepat sebelum Chuseok, libur nasional besar di Korea Selatan yang biasanya diisi dengan persiapan makanan dalam jumlah besar.

Salah satu pengguna menyampaikan kekecewaannya kepada SBS News Korea. "Now it looks like I'll have to throw away all the holiday food I bought ahead of the break," ujarnya, yang jika diterjemahkan berarti dia harus membuang seluruh bahan makanan yang sudah dibeli untuk liburan.

Pengguna melaporkan bahwa mereka baru bisa menjadwalkan kunjungan teknisi setelah Chuseok berakhir, yaitu pada Sabtu, 26 September. Artinya, selama periode libur, kulkas yang rusak dibiarkan tanpa perbaikan.

Respons Samsung dan Jumlah Korban

Samsung belum mengungkap berapa banyak pengguna yang terdampak. Namun dari volume keluhan yang beredar, jumlahnya diperkirakan signifikan.

Perusahaan berjanji mengirim teknisi ke rumah pelanggan yang terdampak untuk memasang perbaikan yang diperlukan. Sampai saat ini, belum ada informasi mengenai kompensasi atas makanan yang rusak akibat insiden ini.

Kabar baiknya, update bermasalah tersebut tampaknya sudah dihentikan sebelum mencapai pengguna kulkas Samsung di luar Korea Selatan. Meski begitu, hal ini tidak menghibur mereka yang sudah terlanjur mengalami kerusakan.

Pelajaran soal Perangkat Rumah Tangga Pintar

Insiden ini memperkuat argumen bahwa tidak semua perangkat rumah tangga perlu disematkan teknologi AI dan konektivitas internet. Kulkas pintar memang menawarkan kemudahan seperti memantau makanan yang mendekati kedaluwarsa, tetapi ketergantungan pada update perangkat lunak membuka risiko baru.

Kehilangan beberapa fungsi pintar mungkin bisa ditoleransi. Namun ketika perangkat mati total dan fungsi dasarnya sebagai pendingin ikut hilang, kerugiannya jauh lebih besar daripada manfaat yang ditawarkan.

Bagi konsumen di Indonesia yang mempertimbangkan kulkas pintar, insiden ini menjadi pengingat untuk memeriksa rekam jejak dukungan perangkat lunak dan layanan purna jual sebelum membeli. Kemampuan mendinginkan makanan tetap menjadi fungsi utama yang tidak boleh dikorbankan oleh fitur tambahan.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top