Karhutla di Poso Hanguskan 50 Hektare Lahan Gambut dan Kebun Warga, Api Belum Padam

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 14 September 2026 | 11:01:02 WIB
Petugas gabungan memadamkan titik api karhutla di lahan gambut Desa Pasir Putih, Poso, Sulawesi Tengah.

Kebakaran hutan dan lahan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menghanguskan sekitar 50 hektare lahan gambut dan perkebunan warga sejak Sabtu (12/9). Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto menyatakan api belum berhasil dipadamkan hingga Minggu petang, dengan rambatan cepat ke area permukiman dan fasilitas sekolah.

POSO — Luasan lahan yang terbakar terdiri atas 20 hektare perkebunan dan 30 hektare lahan gambut. Angin kencang disebut menjadi pemicu utama sehingga api bergerak cepat mendekati kawasan tempat tinggal warga dan bangunan pendidikan.

SMA 1 Pamona Selatan termasuk fasilitas yang terdampak perluasan titik api. Dua anggota pemadam kebakaran turut terdampak saat proses penanganan, sementara laporan awal tidak mencatat adanya warga yang mengungsi.

Api Bertahan di Bawah Permukaan Gambut

Karakter lahan gambut membuat proses pemadaman berjalan lebih sulit dibanding kebakaran di lahan mineral. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga titik panas sulit dideteksi dari atas.

Kapolsek Pamona Selatan IPTU Oktavianus Batara menyatakan tim gabungan sempat membangun sekat bakar untuk melokalisasi titik api. "Penanganan karhutla di lahan gambut memang memiliki tantangan tersendiri, karena api bisa bertahan di bawah permukaan tanah. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terlebih angin kencang dapat mempercepat penyebaran api," ucapnya.

Ratusan Warga dan Personel Dikerahkan

Tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, dan masyarakat melakukan asesmen serta koordinasi dengan aparat setempat. Polsek Pamona Selatan bersama personel TNI, petugas Damkar, dan ratusan warga setempat sempat melakukan upaya pemadaman di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto dalam keterangan di Palu, Minggu petang, mengatakan sampai saat ini api belum berhasil dipadamkan. "Api dengan cepat merambat hingga ke area pemukiman warga serta fasilitas sekolah," ungkapnya.

Kebutuhan Mendesak di Lokasi

Sejumlah peralatan dinilai mendesak untuk mempercepat penanganan. Kebutuhan tersebut meliputi tangki air, selang pemadam, mesin pemadam, tandon, serta mobil tangki air.

Hingga keterangan terakhir, tim gabungan masih berupaya memadamkan titik api yang terus meluas. Warga diimbau menjauhi area terbakar dan tidak membuka lahan dengan cara membakar selama angin kencang masih berlangsung.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top