SULAWESI TENGAH — Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) yang disalurkan Kementerian Sosial RI untuk periode Oktober-Desember 2025 sudah selesai. Penyaluran terakhir berlangsung Desember 2025. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi soal kelanjutan program ini pada 2026.
Pertanyaan soal jadwal pencairan BLT Kesra 2026 ramai muncul di masyarakat, seiring bansos lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan bantuan pangan beras yang kembali disalurkan September 2026.
Pada penyaluran 2025, BLT Kesra diberikan Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan. Totalnya Rp 900 ribu untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bantuan ini menyasar masyarakat rentan yang masuk desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data itu menjadi rujukan Kantor Staf Presiden dalam menentukan sasaran program.
Kriteria yang dipakai mengacu pada DTSEN. Rumah tangga yang masuk desil 1-4 alias kelompok paling rentan secara ekonomi jadi sasaran utama. Informasi soal syarat terbaru untuk 2026 belum dipublikasikan resmi, sehingga warga sebaiknya menunggu pengumuman dari Kemensos.
Meski jadwal 2026 belum ada, status kepesertaan bansos tetap bisa dipantau. Layanan Cek Bansos milik Kemensos juga memuat informasi penerima PKH, BPNT, hingga bantuan pangan beras.
Lewat website:
Lewat aplikasi:
Belum ada pengumuman resmi soal jadwal, nominal, maupun bank penyalur BLT Kesra 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI mengimbau masyarakat mengacu pada kanal resmi pemerintah untuk informasi kelanjutan program.
Kanal resmi Kemensos RI yang bisa dipantau:
Karena belum ada kepastian jadwal, warga diminta berhati-hati terhadap kabar pencairan yang beredar di grup pesan instan atau media sosial. Modus penipuan biasanya meminta transfer biaya administrasi, meminta data rekening, atau menawarkan jasa "percepatan pencairan" lewat calo.
Semua proses pendaftaran dan pencairan bansos Kemensos tidak dipungut biaya. Pengaduan bisa disampaikan lewat kanal resmi Kemensos, termasuk media sosial @kemensosri dan @KemensosRI, atau mendatangi kantor desa/kelurahan dan dinas sosial setempat untuk verifikasi data.