SULAWESI TENGAH — Penyesuaian dilakukan dengan menakar ulang kapasitas pengisian tiap SPBU berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Tujuannya satu: meningkatkan kapasitas pelayanan agar antrean tidak menumpuk di jam-jam sibuk.
Upaya ini melengkapi langkah sebelumnya, yakni pengoperasian total 25 SPBU selama 24 jam di Kota Makassar. Dengan jam operasional yang lebih panjang, warga punya alternatif waktu untuk mengisi BBM di luar jam ramai.
Antrean panjang di SPBU Kota Makassar jadi keluhan yang berulang. Pertamina menilai penambahan nozzle dan penyesuaian kapasitas adalah respons langsung atas kondisi tersebut.
"Kami terus melakukan evaluasi dan tindak lanjut berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penyesuaian konfigurasi kapasitas dan penambahan nozzle BBM Subsidi di 12 SPBU Makassar merupakan salah satu langkah yang kami lakukan untuk mengoptimalkan kapasitas pelayanan dan mendukung kelancaran masyarakat dalam mendapatkan BBM," ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/7/2026).
Selain nozzle, Pertamina memperkuat monitoring stok dan penyaluran BBM di wilayah Makassar. Penyaluran dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU.
Artinya, distribusi tidak dipukul rata. SPBU dengan kebutuhan tinggi mendapat porsi penyaluran yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Pertamina memastikan langkah tindak lanjut akan terus dilakukan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat. Optimalisasi kapasitas, jam operasional, pelayanan, dan distribusi BBM disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran pemenuhan kebutuhan energi di Kota Makassar.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pembelian berlebihan bisa memperparah antrean yang justru ingin dikurangi.
Untuk informasi dan layanan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.