Chip AI China Naik Harga 50 Persen Imbas Kelangkaan Memori HBM

Penulis: Budi Santoso  •  Jumat, 11 September 2026 | 20:17:01 WIB
Harga chip AI buatan China dilaporkan naik 20 hingga 50 persen dalam dua bulan terakhir.

SULAWESI TENGAH — Harga chip AI buatan China melonjak signifikan dalam dua bulan terakhir. Huawei Technologies menaikkan harga chip Ascend 950DT menjadi lebih dari 250 ribu yuan (sekitar Rp656 juta), atau naik 20 hingga 50 persen dibandingkan harga sebelumnya.

Cambricon juga dikabarkan akan menaikkan harga chip generasi berikutnya sebesar 20 hingga 30 persen. Produsen lebih kecil seperti MetaX dan Iluvatar CoreX mengikuti langkah serupa.

Keempat perusahaan belum memberikan konfirmasi resmi terkait kenaikan harga ini.

Pemicu Utama: Kelangkaan Memori HBM

HBM atau high-bandwidth memory adalah komponen krusial untuk komputasi AI. Pasar memori ini dikuasai SK Hynix dan Samsung Electronics asal Korea Selatan, serta Micron Technology asal Amerika Serikat.

Sejak Amerika memperketat kontrol ekspor produk tertentu ke China pada Desember 2024, produsen chip China bergantung pada pasar gelap untuk mengamankan stok HBM. Harga dari pasar gelap jauh lebih mahal dibandingkan harga normal di luar China.

Dampaknya, biaya produksi chip AI ikut melonjak dan diteruskan ke harga jual.

Rincian Kenaikan Harga per Model

Huawei menaikkan harga beberapa lini chip Ascend secara bertahap. Ascend 950PR yang dijual sekitar 60 ribu yuan (Rp157 juta) pada awal tahun kini menjadi lebih dari 80 ribu yuan (Rp210 juta), naik sekitar 30 persen.

Ascend 910C yang lebih lama melonjak menjadi lebih dari 110 ribu yuan (Rp288 juta) dari sebelumnya sekitar 90 ribu yuan (Rp236 juta).

Untuk seri Ascend 950, Huawei menyatakan akan menggunakan dua teknologi HBM buatan sendiri. HiBL 1.0 untuk 950PR yang dirancang memproses permintaan pengguna sebelum diteruskan ke model AI, serta HiZQ 2.0 untuk 950DT yang dirancang mengembangkan model AI dan menghasilkan respons.

Dorongan Substitusi Nvidia di Tengah Tekanan Ekspor

Kenaikan harga ini terjadi saat pemerintah China mendorong industri dalam negeri mengganti produk Nvidia dengan chip buatan lokal. Namun kelangkaan HBM menjadi hambatan utama karena pasokan komponen inti masih bergantung pada produsen Korea Selatan dan AS.

Reuters melaporkan bahwa kenaikan harga chip AI ini kemungkinan akan meningkatkan biaya pembangunan kapasitas komputasi AI bagi produsen di China. Perusahaan yang mengembangkan model AI skala besar akan menanggung beban biaya lebih tinggi untuk pengadaan infrastruktur.

Dampak ke Rantai Pasok Global

Kelangkaan HBM tidak hanya berdampak pada China. Permintaan global terhadap memori berkecepatan tinggi terus meningkat seiring ekspansi pusat data AI di berbagai negara.

Produsen chip di China kini menghadapi dua tekanan sekaligus: keterbatasan akses ke komponen HBM berkualitas dan harga pasar gelap yang jauh lebih tinggi. Situasi ini diperkirakan berlanjut selama kontrol ekspor AS masih berlaku.

Bagi pelaku industri AI di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kenaikan harga chip AI China dapat mempengaruhi biaya pengadaan infrastruktur komputasi. Namun dampaknya belum signifikan karena pasar lokal masih didominasi chip Nvidia dan AMD.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top