9 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Parigi Moutong, Target Ekonomi Pesisir Tumbuh dari Desa

Penulis: Deni Kurniawan  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:29:31 WIB
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase meninjau kawasan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Bolano, Kamis (16/1/2025).

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, memastikan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal tersebar di sembilan titik desa hingga 2026. Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menyebut program ini menjadi tulang punggung untuk membangun kemandirian ekonomi warga pesisir melalui pemanfaatan potensi laut secara produktif.

PARIGI — Kabupaten Parigi Moutong mendapat alokasi delapan titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026 dari pemerintah pusat. Dengan tambahan satu titik yang rampung dibangun akhir 2025 lalu, total program prioritas nasional di bidang kelautan dan perikanan itu kini menyentuh sembilan desa di kabupaten tersebut.

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menegaskan kehadiran program ini tidak sekadar membangun infrastruktur, melainkan menjadi langkah strategis menata kawasan permukiman nelayan agar lebih layak huni dan produktif.

"Kami butuh program seperti ini untuk membangun ekonomi masyarakat nelayan, menata lingkungan pesisir supaya mereka lebih mandiri dan produktif dalam memanfaatkan potensi sumber daya laut," kata Erwin di Parigi, Kamis.

Desa Bolano Jadi Kawasan Percontohan

Desa Bolano di Kecamatan Bolano menjadi kawasan utama yang telah menuntaskan pembangunan KNMP pada akhir 2025 lalu. Delapan desa lainnya menyusul pada tahun ini, tersebar dari pesisir utara hingga selatan Parigi Moutong.

Adapun delapan desa penerima program tersebut yakni Desa Sama Bahari di Kecamatan Bolano, Desa Dusunan di Kecamatan Tinombo, Laemanta Utara di Kecamatan Kasimbar, dan Desa Tada di Kecamatan Tinombo Selatan.

Selanjutnya Desa Sienjo di Kecamatan Toribulu, Pelawa Baru di Kecamatan Parigi Utara, Desa Boyantong di Kecamatan Parigi Selatan, serta Desa Sausu di Kecamatan Sausu.

Ekosistem Bisnis dari Hulu ke Hilir

Erwin menjelaskan KNMP dirancang sebagai program integrasi yang menghubungkan nelayan, koperasi, dan pasar dalam satu ekosistem bisnis. Konsep ini ditunjang infrastruktur modern yang berkelanjutan, sehingga aktivitas penangkapan ikan hingga pemasaran bisa berlangsung lebih efektif.

Menurutnya, sektor kelautan, perikanan, dan pertanian merupakan penopang utama perekonomian daerah sekaligus ketahanan pangan. Oleh karena itu, optimalisasi peran warga pesisir melalui program ini diharapkan mampu membangun ketahanan ekonomi keluarga secara mandiri.

Sejalan dengan Program Gerbang Desa

Program KNMP dinilai sejalan dengan visi Pemkab Parimo yakni maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui gerbang desa. Erwin menegaskan pembangunan yang diusung pemerintah setempat memang dimulai dari desa sebagai pondasi perekonomian daerah.

"Desa letak pondasi perekonomian daerah. Dasar pembangunan kami lakukan di berbagai sektor esensial berawal dari desa," ucapnya.

Dari revitalisasi kawasan pesisir yang dilakukan, Pemkab Parimo berharap tercipta lingkungan yang lebih modern, bersih, sehat, dan aman. Fasilitas penunjang yang memadai juga diharapkan mendorong produktivitas nelayan dalam mengolah hasil perikanan, bukan hanya sekadar menangkap ikan.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top