SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas TPHP memastikan kebutuhan dasar petani di lokasi cetak sawah baru telah difasilitasi. Bibit dan alat mesin pertanian (alsintan) disiapkan agar proses tanam bisa langsung berjalan begitu lahan rampung dikerjakan.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Sigi Afit Lamakarate menegaskan, keterlambatan petani menanam akan berimbas pada pertumbuhan gulma yang bisa menghambat produktivitas.
"Kami sudah minta bantuan bibit dan peralatan penunjang agar petani bisa langsung tanam setelah cetak sawah ini selesai dilakukan," ujar Afit di Dolo, Rabu.
Hingga saat ini, pengerjaan cetak sawah baru terkonsentrasi di dua desa. Di Desa Olu, Kecamatan Lindu, lahan yang sudah digarap pada tahap kedua mencapai 150 hektare. Sementara di Desa Manggalapi, Kecamatan Palolo, realisasi baru mencapai 20 hektare.
Total target pekerjaan cetak sawah baru di Kabupaten Sigi mencapai 800 hektare. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas areal tanam dan menjaga ketahanan pangan.
Berdasarkan data Dinas TPHP Sigi, luas lahan pertanian hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) hingga Desember 2024 mencapai 15.280 hektare. Penambahan lahan cetak baru diharapkan mampu meningkatkan produksi gabah di wilayah yang dikenal sebagai lumbung pangan Sulteng itu.
Percepatan pengolahan lahan menjadi perhatian utama karena jeda waktu antara pembukaan lahan dan penanaman yang terlalu lama berisiko menurunkan kualitas tanah. Rumput liar yang tumbuh subur di lahan baru biasanya menjadi kompetitor utama tanaman padi dalam menyerap unsur hara.
Pihak dinas berharap para petani di dua kecamatan tersebut dapat segera memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan, sehingga target produksi pada musim tanam berjalan sesuai rencana.