STIN - Bagi lulusan SMA dan SMK yang bercita-cita menjadi perwira intelijen, penerimaan taruna Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) 2026/2027 kini dibuka. Pendaftaran dilakukan melalui portal SSCASN BKN, sama seperti sekolah kedinasan lainnya.
Total keseluruhan 100 kursi, dengan komposisi 85 persen laki-laki dan 15 persen perempuan. Dengan jumlah terbatas ini, persaingan diperkirakan cukup ketat.
Peserta lulusan 2024 hingga 2026 perlu memastikan nilai rata-rata ijazah mencapai minimal 85, ditambah nilai mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya juga minimal 85.
Kata "diutamakan" berarti peserta dengan tinggi di bawah ketentuan masih bisa mengikuti proses seleksi apabila memiliki prestasi atau kemampuan tertentu yang bisa dibuktikan. Persyaratan kesehatan lain tetap mengikuti pemeriksaan yang ditetapkan panitia.
Begitu lolos seleksi administrasi, peserta STIN 2026 akan melalui Seleksi Kompetensi Dasar, lalu diikuti pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran, dan psikotes, serta tahapan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jendela pendaftaran STIN 2026 berlangsung 18-30 Agustus 2026, mengikuti jadwal nasional penerimaan sekolah kedinasan yang ditetapkan BKN. Mendaftar lebih awal disarankan agar ada waktu memeriksa ulang kelengkapan dokumen sebelum batas waktu.
Apakah lulusan Paket C bisa mendaftar STIN 2026?
Tidak, salah satu syarat STIN 2026 secara tegas menyebut peserta bukan lulusan Paket C, sehingga hanya lulusan SMA/SMK/sederajat reguler yang dapat mendaftar.
Apa yang terjadi jika dokumen tidak lengkap saat pendaftaran?
Peserta disarankan memeriksa kembali seluruh data dan dokumen sebelum mengirim pendaftaran, karena kelengkapan berkas menjadi bagian dari seleksi administrasi.
Dengan kuota 100 taruna, tiga pilihan program studi, dan jendela pendaftaran yang berlangsung sampai 30 Agustus 2026, calon peserta STIN 2026 perlu segera menyiapkan dokumen dan memastikan seluruh syarat akademik maupun fisik terpenuhi sebelum mendaftar lewat SSCASN BKN.