PALU — Sebanyak 350 rambu evakuasi dari berbagai jenis telah dipasang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu sepanjang 2023 hingga 2025. Ribuan unit lainnya masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan total di 122 jalur evakuasi yang tersebar di tiga zona rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu, Presly Tampubolon, menyebutkan rambu yang terpasang meliputi penanda jalur tsunami, gempa bumi, titik kumpul, hingga zona larangan. "Baru kurang lebih 350-an, kita itu butuh sampai sekitar 700-an," ujarnya di Palu, Rabu.
Pemasangan rambu disesuaikan dengan karakteristik bencana di masing-masing wilayah. Zona pantai diprioritaskan untuk jalur evakuasi tsunami, sementara zona tengah difokuskan pada potensi gempa bumi. Wilayah pinggiran kota dipetakan untuk menghadapi ancaman longsor dan banjir bandang.
Menurut Presly, setiap jenis bencana memiliki jalur evakuasi yang berbeda sehingga pemetaan tidak bisa diseragamkan. Hal ini menjadi dasar BPBD untuk terus menambah jumlah rambu secara bertahap setiap tahun.
BPBD Kota Palu saat ini tengah menyusun dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang mencakup 10 jenis ancaman bencana di wilayah tersebut. Dokumen ini nantinya digunakan untuk memetakan risiko secara lebih rinci, termasuk jumlah rumah dan warga yang berpotensi menjadi korban.
"Dari KRB itu nanti bisa kita petakan di mana semua risiko yang terjadi. Misalnya kalau terjadi banjir di Kelurahan Silae, kira-kira berapa rumah yang akan terdampak, berapa masyarakat yang akan jadi korban," jelas Presly.
Hasil kajian risiko tersebut akan menjadi landasan penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang selanjutnya diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Turunan dari RPB adalah rencana kontingensi (renkon) yang memuat aksi penanganan untuk setiap jenis bencana.
Penambahan rambu evakuasi akan terus dilakukan secara bertahap dengan menghitung ulang kebutuhan setiap tahun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai jalur dan lokasi aman saat bencana terjadi.