Pertamina Hulu Sanga Sanga Pacu Produksi Migas, Suntik Metode Patahan Hidrolik ke 16 Sumur di Kaltim

Penulis: Andi Pratama  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:07:01 WIB
Pertamina Hulu Sanga Sanga menerapkan metode patahan hidrolik pada 16 sumur di Kalimantan Timur untuk meningkatkan produksi migas.

SULAWESI TENGAH — Upaya mengejar target produksi migas nasional tidak hanya bergantung pada penemuan sumur baru. Di lapangan-lapungan tua, teknologi menjadi kunci untuk memeras sisa minyak yang tertinggal di dalam batuan reservoir. Itulah yang tengah dilakukan PHSS, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi, melalui metode stimulasi sumur bernama hydraulic fracturing atau patahan hidrolik.

Metode ini pertama kali diaplikasikan di Lapangan Mutiara dan Pamaguan pada 2023. Alih-alih berhenti, program tersebut justru berlanjut hingga 2026, menandakan hasil yang menjanjikan dari sisi teknikal maupun operasional.

Tambahan Produksi Hingga 500 Barel per Hari

General Manager Zona 9 Dadang Soewargono menjelaskan, setiap pekerjaan patahan hidrolik dirancang berdasarkan kajian teknis komprehensif. Hal ini penting karena karakteristik setiap reservoir berbeda, begitu pula tantangan di lapangan.

"Kami percaya bahwa penerapan inovasi dan teknologi memainkan peranan penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi dan PT Pertamina (Persero) untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional," jelas Dadang dalam keterangan resminya.

Hasilnya pun terukur. Setelah stimulasi, sumur-sumur tersebut mencatat tambahan produksi minyak antara 100 hingga 500 barel per hari, serta tambahan gas 0,1 hingga 0,4 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), tergantung kondisi masing-masing reservoir.

Salah satu hasil terbaik diraih sumur PAM-66 di Lapangan Pamaguan. Sumur ini mencatatkan tambahan laju produksi minyak awal hingga 500 barel per hari.

Cara Kerja Teknologi Patahan Hidrolik

Secara sederhana, hydraulic fracturing adalah metode stimulasi untuk memperlancar ekstraksi minyak dan gas pada reservoir yang sifat fisik batuannya kurang baik. Prosesnya dilakukan dengan memompa cairan bertekanan tinggi ke dalam sumur untuk memecah formasi batuan, sehingga membuka celah-celah baru bagi minyak dan gas untuk mengalir ke permukaan.

"Melalui penerapan metode hydraulic fracturing yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing reservoir, perusahaan berhasil meningkatkan produktivitas sejumlah sumur sekaligus memperkuat upaya menjaga keberlanjutan produksi," ujar Dadang.

Selain menambah produksi harian, program ini juga diproyeksikan memberikan tambahan cadangan atau Estimated Ultimate Recovery (EUR) hingga 1,3 juta barel minyak dan 300.000 kaki kubik gas. Angka ini menjadi penting karena menambah umur ekonomis lapangan yang sudah berstatus mature.

Keselamatan dan Rencana Ke Depan

PHSS menegaskan seluruh rangkaian pekerjaan patahan hidrolik dijalankan dengan kinerja keselamatan terbaik. Ke depan, perusahaan akan terus mengidentifikasi kandidat sumur atau reservoir potensial lainnya untuk program optimasi lanjutan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pertamina untuk menjaga produksi dari lapangan-lapangan tua di Kalimantan, sembari berkontribusi pada ketahanan pasokan energi nasional di tengah menurunnya produksi alami sumur-sumur eksisting.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top