Ratusan Relawan Perempuan di Palu Desak Program Makan Bergizi Gratis Tak Dihentikan, Upah Rp100 Ribu Per Hari Dinilai Layak

Penulis: Eko Saputro  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 19:15:16 WIB
Ratusan relawan perempuan di Palu menggelar aksi mendesak kelanjutan program Makan Bergizi Gratis.

PALU — Ratusan perempuan yang selama ini menjadi relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu turun ke jalan, Jumat. Mereka mendesak pemerintah pusat tidak menghentikan program yang telah menjadi sumber penghasilan harian bagi banyak keluarga.

"Kami menolak MBG untuk ditutup," kata Dedyawati, salah seorang relawan, di lokasi aksi di depan gedung DPRD Sulawesi Tengah.

Upah Rp100 Ribu Per Hari Jadi Penopang Ekonomi Ibu Tunggal

Menurut Dedyawati, program ini tidak sekadar memberi makan anak-anak sekolah. Lebih dari itu, MBG membuka lapangan kerja bagi perempuan, termasuk mereka yang menjadi tulang punggung keluarga tanpa suami.

"Kalau MBG dihentikan, anak-anak kami mau makan apa," tegasnya.

Ia menambahkan, upah yang diterima relawan saat ini sudah sangat layak, yakni rata-rata Rp100 ribu per hari. Angka itu dinilai cukup jika dibandingkan dengan upah minimum kota (UMK) Palu dan upah minimum provinsi (UMP) Sulawesi Tengah.

Delapan Tuntutan Diserahkan ke DPRD Sulteng

Aksi damai yang digagas Aliansi Relawan MBG Sulteng itu menyampaikan delapan poin tuntutan. Salah satunya mendukung perbaikan tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN) dan mendorong transparansi serta akuntabilitas pengelolaan program.

Mereka juga meminta kepastian hukum bagi mitra dan yayasan penyelenggara MBG, serta mendesak BGN mencabut moratorium penambahan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar operasional dapur tidak mandek.

Tak hanya itu, para relawan menuntut transparansi dasar kebijakan penghentian insentif fasilitas SPPG selama masa libur dan perlindungan terhadap investor yang sudah menjalin usaha dengan program MBG.

DPRD: Selama Prabowo Presiden, MBG Tak Akan Ditutup

Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Rahmawati M Nur, menerima langsung aspirasi para relawan. Ia menegaskan bahwa DPRD akan memperjuangkan kelanjutan program yang dinilai sangat positif karena menyerap tenaga kerja lokal di sekitar dapur MBG.

"Tenang, kalau masih Prabowo presiden, MBG tidak ditutup," ujar Rahmawati di hadapan massa aksi.

Pernyataan itu disambut lega oleh para relawan yang selama ini menggantungkan hidup pada program bergizi gratis tersebut. Mereka berharap pemerintah konsisten menjalankan MBG tanpa ada jeda atau penghentian di tengah jalan.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top