SULAWESI TENGAH — Presiden Danone Asia-Pacific Zone, Bruno Chevot, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi di Indonesia dalam jangka panjang. "Kami berada di Indonesia untuk jangka panjang. Pertumbuhan bisnis kami berjalan seiring dengan upaya membangun bangsa Indonesia yang lebih sehat," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Senin (6/7).
Menurut Bruno, Indonesia bukan hanya pasar penjualan, melainkan pusat inovasi dan manufaktur strategis Danone di kawasan Asia Pasifik. Negara ini dinilai memiliki kombinasi populasi besar, pertumbuhan ekonomi tinggi, dan kemampuan memproduksi produk berkualitas dengan biaya terjangkau.
Chief Operations Officer (COO) Danone, Vikram Agarwal, menambahkan bahwa setiap investasi baru akan dibarengi penerapan standar keberlanjutan yang ketat. "Ketika kami membangun lini produksi baru atau mengembangkan sumber air baru, praktik-praktik keberlanjutan yang sama akan diterapkan," jelas Vikram.
Penerapan standar itu disesuaikan dengan karakter operasi masing-masing pabrik. Pada pabrik air minum, konservasi sumber daya air dan lingkungan sekitar mata air menjadi prioritas utama. Sementara di pabrik susu, fokus diarahkan pada pengurangan penggunaan bahan bakar fosil karena proses pengeringan susu bubuk membutuhkan energi tinggi. Untuk itu, Danone terus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan guna menekan emisi karbon.
Bruno menyebut, tantangan utama Danone di Indonesia adalah menghadirkan inovasi berbasis sains yang bisa diproduksi massal dengan harga terjangkau. "Itulah yang kami lakukan dengan Aqua, SGM, dan Nutricia. Kami menghadirkan ilmu pengetahuan terbaik dengan biaya terkendali," katanya.
Salah satu contoh inovasi yang dikembangkan di Indonesia adalah Iron Biotics, teknologi untuk mendeteksi dan mengatasi kekurangan zat besi sejak dini. Inovasi ini dinilai relevan tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga berpotensi diterapkan di negara lain.
Danone saat ini mengoperasikan lebih dari 20 pabrik air minum Aqua dan empat pabrik specialized nutrition di Indonesia. Perusahaan juga memiliki 282 pusat distribusi, dua pusat riset, dan menyerap lebih dari 10.500 tenaga kerja. Produk-produknya didukung sekitar 2,2 juta titik penjualan Aqua dan 132 ribu outlet specialized nutrition.
Secara global, Asia Pasifik menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat Danone pada 2025, mencatat kenaikan penjualan 7,6%, melampaui Amerika maupun Eropa. Indonesia sendiri masuk dalam lima pasar terbesar Danone bersama Amerika Serikat, Cina, Prancis, dan Inggris.