PT RUJ Terapkan Terasering Cegah Longsor di Pesisir Unsongi Morowali

Penulis: Budi Santoso  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:05:05 WIB
PT RUJ menerapkan metode terasering untuk menstabilkan tanah di pesisir Desa Unsongi, Morowali.

MOROWALI — PT Resky Utama Jaya (RUJ) melakukan penataan ulang bentang alam di pesisir Desa Unsongi, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali. Perusahaan menerapkan metode terasering atau sistem berundak untuk menstabilkan struktur tanah yang sempat mengalami pergerakan material akibat intensitas hujan tinggi.

Kondisi cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tanah di sekitar area mes perusahaan menjadi jenuh air. Hal ini memicu pergeseran material timbunan yang kemudian turun ke area pantai. Tim di lapangan telah dikerahkan untuk memastikan pembersihan material di pesisir tuntas sebelum masuk ke tahap penguatan struktur.

Mengapa Metode Terasering Dipilih untuk Lereng Unsongi?

Penerapan metode terasering bertujuan untuk memecah energi aliran air hujan dan mengurangi kemiringan lereng. Dengan pola berundak, daya ikat tanah diharapkan menjadi lebih kuat sehingga risiko longsor susulan dapat diminimalisasi secara signifikan, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.

“Material yang turun di pesisir sudah kami bersihkan. Selanjutnya ditata kembali dengan metode terasering agar lebih tertata dan mengurangi risiko pergerakan material,” ujar Eksternal PT RUJ, Amrin, Sabtu (9/5/2026).

Amrin menjelaskan bahwa proses pembenahan struktur ini sebenarnya hampir rampung. Namun, tim di lapangan beberapa kali harus menyesuaikan jadwal pekerjaan karena kendala cuaca di wilayah Bungku Timur yang masih fluktuatif.

Rencana Pembangunan Dinding Penahan Batu di Titik Rawan

Selain fokus pada penataan tanah, PT RUJ tengah menyiapkan strategi proteksi jangka panjang. Perusahaan berencana menambah infrastruktur penguat berupa susunan batu pada titik-titik yang berbatasan langsung dengan garis pantai untuk menjaga stabilitas lingkungan di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Ke depan kami juga akan menambah penahan material berupa batu sebagai penguatan di area pesisir,” kata pria yang akrab disapa Ical tersebut.

Langkah cepat ini diklaim sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memastikan keamanan operasional di area kerja. Hingga saat ini, pengawasan di area lereng terus diperketat guna mengantisipasi adanya pergerakan tanah baru jika hujan deras kembali mengguyur Morowali.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: rakyatbersuara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top