PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan pengembangan Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Proyek ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong industrialisasi di sektor pedesaan.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat terbatas yang berlangsung di ruang kerja gubernur di Palu, Jumat lalu. Pertemuan ini menjadi momentum koordinasi lintas sektor yang dihadiri Wakil Gubernur Reny Lamadjido, Sekdaprov Novalina, serta jajaran kepala dinas terkait untuk mematangkan langkah teknis di lapangan.
M. Ridha Saleh, Tenaga Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, mengungkapkan bahwa kesiapan administratif dan fisik lokasi proyek sebenarnya sudah berada pada tahap yang matang. Perizinan untuk kawasan seluas 1.123 hektare tersebut telah dinyatakan lengkap oleh instansi terkait.
"Sudah ada 200 hektare yang telah dibersihkan, namun pengelolaanya belum maksimal. Walaupun demikian, para petani di sekitar KPN tetap beraktivitas," ujar Ridha saat memberikan penjelasan teknis dalam rapat tersebut.
Selain pembersihan lahan, infrastruktur pendukung yang menjadi kendala klasik pada proyek skala besar diklaim sudah teratasi. Akses jalan menuju kawasan dan ketersediaan sumber air bersih dilaporkan telah tersedia untuk mendukung operasional pertanian intensif di masa mendatang.
Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa KPN Talaga bukan sekadar proyek daerah, melainkan bagian dari agenda prioritas nasional yang harus disukseskan. Fokus utama pembangunan kembali ini adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang berpihak pada petani kecil di pedesaan.
"Hadirnya Kawasan Pangan Nusantara harus mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui penguatan sentra produksi pangan serta kapasitas dan kapabilitas sektor pangan, mendekatkan akses modal, meningkatkan daya saing produk lokal dan kelembagaan," ungkap Anwar Hafid mengutip visi pengembangan kawasan tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap proyek ini dapat memperkokoh kemandirian pangan daerah agar tidak bergantung pada pasokan luar. Selain itu, pemberdayaan petani diharapkan mampu menekan angka kemiskinan melalui model industrialisasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
KPN Talaga sebelumnya diresmikan oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada Rabu, 4 Oktober 2023. Dalam peresmian tersebut, Wapres memberikan catatan khusus agar eksploitasi lahan untuk kepentingan pangan tetap memperhatikan keseimbangan alam di wilayah Donggala.
Ma’ruf Amin saat itu menekankan agar kehadiran KPN bisa meningkatkan ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan semangat untuk menjaga kelestarian ekologi. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemprov Sulteng untuk memastikan bahwa perluasan lahan pertanian tidak merusak daya dukung lingkungan di sekitar Kecamatan Dampelas.
Dengan infrastruktur yang sudah mulai terbangun, pemerintah daerah kini fokus pada optimalisasi manajemen pengelolaan kawasan agar lahan yang telah dibersihkan dapat segera memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah.