PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini memfokuskan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dalam memperkuat struktur keuangan wilayah.
Gubernur menyampaikan arahan tersebut dalam Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah (FRESH) yang berlangsung di Kota Palu, Kamis. Kegiatan ini dirancang menjadi ruang integrasi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di Sulteng berjalan secara inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan warga.
Anwar Hafid menyoroti kekayaan alam Sulteng yang sangat lengkap, mulai dari sektor pertambangan, kelautan, hingga agrikultur. Ia menilai seluruh potensi tersebut harus dikelola secara terintegrasi agar memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
“Kita punya nikel, emas, migas, laut yang kaya, pertanian yang subur. Tinggal bagaimana semua potensi ini menjelma menjadi raksasa ekonomi,” katanya menegaskan.
Menurutnya, sinergi multipihak menjadi kunci agar kekayaan alam tidak hanya menjadi angka statistik. Transformasi potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi baru diharapkan mampu menempatkan Sulteng sebagai salah satu pilar utama ekonomi di Indonesia.
Dalam forum tersebut, Gubernur menggarisbawahi bahwa stabilitas keuangan daerah merupakan muara dari seluruh kebijakan publik. Kondisi fiskal yang sehat dianggap sebagai cerminan langsung dari tingkat kesejahteraan masyarakat di lapangan.
“Apapun yang dilakukan pemerintah, muaranya adalah kondisi keuangan di suatu daerah. Kalau keuangannya bagus, berarti pertumbuhan daerah itu juga baik. Tapi kalau keuangan tersendat, maka kondisi masyarakat juga akan sangat terdampak,” ujar Anwar.
Melalui forum FRESH, pemerintah daerah berupaya menciptakan harmonisasi kebijakan antara pemangku kepentingan. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal di tengah dinamika keuangan global yang terus berubah.