SULAWESI TENGAH — Serangan drone Ukraina melumpuhkan sebagian modul data center Yandex di Kaluga, Rusia, kompleks seluas 130.000 meter persegi dengan kapasitas daya 63 megawatt dan lebih dari 3.800 rak server. Fasilitas yang baru beroperasi sejak paruh kedua 2023 itu disebut sebagai data center Yandex terbesar di Rusia, dan insiden ini menyusul serangan serupa ke fasilitas Yandex di Sasovo yang sempat mengganggu layanan Yandex Cloud.
Media Rusia TASS mengonfirmasi bahwa sejumlah modul di fasilitas Yandex Kaluga berhenti beroperasi total akibat serangan kendaraan udara tak berawak (UAV). Data center itu berlokasi di kawasan industri Grabtsevo dan dirancang sebagai pusat komputasi terbesar milik Yandex di seluruh Rusia.
Laporan United24 Media menyebut fasilitas ini mencakup area sekitar 1,4 juta kaki persegi atau setara 130.000 meter persegi. Kapasitas dayanya mencapai 63 megawatt, sekitar 50 persen lebih besar dibanding beberapa data center Yandex lainnya. Isinya lebih dari 3.800 rak server yang menopang layanan internal perusahaan sekaligus ekspansi layanan cloud mereka.
Skala Fasilitas dan Target Serangan
Data center Kaluga mulai beroperasi pada paruh kedua 2023. Artinya, fasilitas ini baru bertahan sekitar tiga tahun sebelum insiden terbaru terjadi. Ukurannya yang masif dan kapasitas listriknya yang besar membuatnya menjadi sasaran strategis dalam konflik Rusia-Ukraina.
Belum ada konfirmasi resmi apakah fasilitas Yandex Kaluga memang target utama serangan drone tersebut. Namun kerusakan yang dilaporkan menunjukkan dampaknya cukup signifikan pada infrastruktur digital.
Dampak ke Layanan Yandex dan Pengguna Rusia
Sejauh mana gangguan ini memengaruhi pengguna sehari-hari di Rusia masih belum jelas. Sebagai pembanding, serangan sebelumnya ke data center Yandex di Sasovo sempat mengganggu layanan Yandex Cloud.
Saat itu, pengguna melaporkan masalah pada Yandex Mail, Disk, Documents, Pay, dan Market. Meski begitu, Yandex mengklaim layanan-layanan utamanya tetap berjalan normal. Pola serupa dikhawatirkan terulang di Kaluga mengingat fasilitas ini menampung layanan internal perusahaan.
Pola Serangan ke Infrastruktur Digital
Insiden di Kaluga menambah daftar panjang serangan terhadap infrastruktur digital di wilayah konflik. Sebelumnya pada bulan yang sama, rudal Rusia menghantam fasilitas di Ukraina dan melumpuhkan torrent tracker terbesar kedua di dunia.
Data center kini menjadi sasaran karena perannya yang krusial dalam ekonomi digital. Gangguan pada satu fasilitas bisa berdampak berantai ke layanan email, penyimpanan awan, hingga sistem pembayaran digital yang dipakai jutaan orang.
Apa Artinya bagi Industri Data Center Global
Serangan terhadap fasilitas komersial seperti Yandex Kaluga menunjukkan bahwa infrastruktur cloud tidak lagi kebal dari konflik geopolitik. Operator data center di berbagai negara mulai mempertimbangkan ulang strategi redundansi dan lokasi geografis fasilitas mereka.
Bagi pengguna di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada satu penyedia layanan cloud menyimpan risiko. Layanan berbasis awan yang kita pakai sehari-hari bergantung pada fasilitas fisik yang bisa terdampak peristiwa di luar kendali pengguna.
Yandex sendiri belum merilis pernyataan rinci soal tingkat kerusakan maupun jadwal pemulihan modul yang terdampak. Perkembangan situasi ini masih akan menarik untuk diikuti, terutama bagi pelaku industri cloud yang ingin memahami ketahanan infrastruktur di tengah ketegangan geopolitik.