Pemerintah Kota Palu memanfaatkan 46 hektare lahan pertanian di 46 kelurahan untuk program Palu Mandiri, Adaptif dan Stabilitas Pangan (Mapan) guna mengendalikan inflasi daerah. Lima komoditas jadi prioritas tanam, yakni cabai rawit, bawang merah, tomat, kangkung, dan sawi hijau. Sejumlah petani di beberapa wilayah sudah mulai panen, salah satunya tomat di Kelurahan Kawatuna.
PALU — Koordinator Kelurahan Menanam Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu Asrul menyatakan intervensi lewat program inovasi bidang pertanian menyasar 46 kelurahan di ibu kota Sulawesi Tengah dengan melibatkan petani masing-masing wilayah.
Lahan seluas 46 hektare dibagi untuk lima komoditas prioritas. Bawang merah dialokasikan 9 hektare di sembilan wilayah, cabai rawit 10 hektare di 10 wilayah, sedangkan tomat, kangkung, dan sawi hijau masing-masing mendapat 9 hektare.
Panen Perdana Tomat di Kawatuna Hasilkan 7 Ton dari 7 Ribu Pohon
Sejumlah petani peserta program sudah memasuki masa panen. Salah satunya komoditas tomat di Kelurahan Kawatuna di atas lahan 6 ribu meter persegi.
"Saat ini sudah ada petani panen hasil program Palu Mapan, baik itu bawang merah, cabai maupun tomat. Salah satunya panen komoditas tomat di Kelurahan Kawatuna di atas lahan 6 ribu meter persegi pada Selasa (6/10/2026) diproyeksikan dengan panen empat hingga lima kali bisa menghasilkan produksi 7 ton dari 7 ribu pohon," ujar Asrul.
Hasil produksi petani diarahkan untuk menjaga pasokan bahan pangan di daerah. Tiga komoditas dinilai memberikan andil terhadap inflasi, yakni cabai rawit, bawang, dan tomat.
Inflasi Kota Palu Tercatat 0,17 Persen Secara Bulanan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Kota Palu secara month to month (m-to-m) sebesar 0,17 persen. Angka year to date (y-to-d) tercatat 2,82 persen, sementara year on year (y-on-y) sebesar 2,80 persen.
Selain menggenjot produksi, sub program Kelurahan Menanam melibatkan penyuluh pertanian di masing-masing wilayah. Pendampingan dilakukan supaya hasil produksi lebih maksimal.
Bibit, Pupuk, hingga Akses Pasar Disiapkan Pemkot
Palu Mapan masuk dalam program prioritas daerah. Pemerintah menyediakan bibit atau benih kepada petani, termasuk sarana produksi penunjang berupa pupuk, serta menghubungkan petani dengan pasar.
Program ini juga dirancang fleksibel. Lahan pekarangan rumah yang terbatas bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai, bawang merah, dan tomat menggunakan media tanam polybag. Untuk kangkung dan sawi hijau, warga dapat memakai metode hidroponik.
"Bertani tidak mesti di lahan luas, memanfaatkan lahan terbatas juga bisa dilakukan dan manfaatnya selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harus juga menghemat biaya belanja bahan pangan," kata Asrul.