Pencarian

Kadin Parigi Moutong Dorong Hilirisasi Durian, Kakao, Kelapa, dan Kopi Lewat Es Krim Nambaso

Kamis, 01 Oktober 2026 • 07:29:32 WIB
Kadin Parigi Moutong Dorong Hilirisasi Durian, Kakao, Kelapa, dan Kopi Lewat Es Krim Nambaso
Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong menyampaikan keterangan usai penandatanganan nota kesepahaman hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Kadin Kabupaten Parigi Moutong menggandeng pihak industri untuk menggarap hilirisasi empat komoditas unggulan daerah, yakni durian, kakao, kelapa, dan kopi. Kerja sama itu dituangkan dalam nota kesepahaman yang diteken bersama daerah penghasil lain di Sulawesi Tengah pada kegiatan Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM menuju Pasar Global di Palu. Pengolahan keempat komoditas diarahkan menjadi produk es krim Nambaso dengan varian rasa durian, kopi, kelapa, dan cokelat.

PARIGI — Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong menyebut nota kesepahaman itu menjadi landasan sekaligus pemantik agar komoditas unggulan daerah masuk ke proses pengolahan, pengembangan produk, peningkatan nilai tambah, hingga perluasan akses pasar nasional dan internasional. Penandatanganan melibatkan empat daerah penghasil, yaitu Parigi Moutong, Poso, Sigi, dan Morowali.

Faradiba menyatakan kesepakatan tersebut belum final dan masih memerlukan tindak lanjut berupa dokumen teknis serta kerja sama konkret di lapangan.

"Nota kesepakatan yang telah kami tanda tangani merupakan tahap awal yang selanjutnya ditindaklanjuti melalui dokumen teknis dan kerja sama konkret sesuai kebutuhan lapangan," ujar Faradiba.

Durian Parigi Moutong Tembus 305.419 Ton per Tahun

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi durian Parigi Moutong mencapai 305.419 ton per tahun. Angka itu jauh melampaui komoditas lain di daerah yang sama.

Produksi kelapa dalam tercatat 35.532 ton, kakao 28,69 ribu ton, dan kopi 189 ton per tahun. Keempatnya menjadi basis bahan baku pengolahan yang dirancang Kadin bersama industri.

Pembagian Peran: Kadin Fasilitasi UMKM, Industri Siapkan Teknologi

Kadin di tingkat kabupaten bertugas memfasilitasi keterlibatan pelaku usaha, UMKM, dan produsen, termasuk rantai pasok bahan baku lokal. Pihak industri memikul tanggung jawab menyiapkan teknologi pengolahan, pengembangan produk, pengemasan, standardisasi, hingga strategi pemasaran dan pembukaan akses pasar.

Pembagian peran itu disebut Faradiba sebagai bagian dari tindak lanjut gerakan 1.000 pelaku usaha dan UMKM Sulawesi Tengah menuju pasar global yang digagas Badan Karantina Indonesia (Barantin).

"Langkah kami lakukan bagian dari tindak lanjut gerakan 1.000 pelaku usaha, UMKM Sulawesi Tengah menuju pasar global yang digagas Badan Karantina Indonesia (Barantin)," kata Faradiba.

Dari Jual Bahan Mentah ke Produk Bermerek

Faradiba menilai hilirisasi strategis untuk mengubah paradigma daerah dari sekadar menjual bahan mentah menjadi membangun produk olahan khas Sulawesi Tengah. Produk yang disasar bernilai tambah, memiliki merek kuat, dan berdaya saing global.

Ia juga mengapresiasi langkah Barantin memfasilitasi UMKM agar naik kelas melalui klinik ekspor. Kadin meminta pelaku UMKM memanfaatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat modal agar program yang dirancang dapat terealisasi.

"Kami mengapresiasi langkah Barantin memfasilitasi UMKM supaya mereka naik kelas dan menindaklanjuti hasil deklarasi itu dengan klinik ekspor. Kami juga meminta UMKM manfaatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat modal supaya program yang dibuat dapat terealisasi dengan baik," katanya menuturkan.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks