SULAWESI TENGAH — Tim bulu tangkis putra Indonesia tertinggal 0-1 dari China di final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah Jonatan Christie kalah dua gim langsung dari Shi Yu Qi, Kamis (24/9/2026). Kekalahan 13-21 dan 18-21 di partai pertama membuat Indonesia wajib menyapu bersih empat partai tersisa jika ingin merebut emas.
Partai pembuka final beregu putra Asian Games 2026 digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang. Jonatan turun sebagai tunggal pertama menghadapi Shi Yu Qi, andalan China yang tampil trengginas sejak bola pertama.
Shi Yu Qi langsung mengontrol tempo permainan gim pertama. Pebulu tangkis berusia 30 tahun itu menekan Jonatan dari berbagai sudut dan memaksa lawannya bermain bertahan.
Shi Yu Qi Kuasai Gim Pertama 21-13
Jonatan berupaya keluar dari tekanan dengan bermain tenang. Namun upaya itu tak efektif untuk mengejar ketertinggalan dari Shi Yu Qi.
Shi Yu Qi terus mengontrol permainan hingga pengujung laga gim pertama. Tunggal putra China itu memastikan kemenangan gim pembuka dengan skor meyakinkan 21-13.
Jonatan Bangkit di Gim Kedua, tapi Tetap Tak Cukup
Pada gim kedua, Jonatan memperbaiki permainan dan sempat memberi perlawanan lebih ketat. Shi Yu Qi tetap menjaga jarak perolehan angka sepanjang gim.
Jonatan akhirnya menyerah 18-21 di gim kedua. Kekalahan dua gim langsung ini membuat Indonesia tertinggal 0-1 dari China di final Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Tekanan Berat untuk Empat Partai Tersisa
Kekalahan Jonatan membuat Indonesia berada di posisi sulit. Empat partai tersisa harus dimenangi jika tim putra ingin merebut emas Asian Games 2026.
China kini tinggal membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk memastikan gelar. Sebaliknya, Indonesia tidak punya ruang untuk kesalahan sekecil apa pun di partai-partai berikutnya.
Final beregu putra Asian Games 2026 masih berlanjut dengan partai kedua. Susunan pemain Indonesia di partai berikutnya akan menentukan apakah peluang emas masih terbuka lebar atau justru menipis.