Pencarian

KNKT Sebut Latihan Tanggap Darurat di Kapal Roro Masih Formalitas, Hidran hingga Pelampung Jadi Kendala

Sabtu, 19 September 2026 • 10:39:01 WIB
KNKT Sebut Latihan Tanggap Darurat di Kapal Roro Masih Formalitas, Hidran hingga Pelampung Jadi Kendala

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai penanganan kedaruratan di kapal roro belum maksimal sehingga memperbesar risiko korban saat kecelakaan terjadi. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan temuan itu dalam webinar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) yang dipantau dari Jakarta, Jumat (18/9) malam. Simulasi tanggap darurat yang pernah dilakukan KNKT menemukan sejumlah hambatan, mulai dari selang hidran yang tak berfungsi optimal hingga waktu pakai jaket pelampung yang lama.

JAKARTA — Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan latihan penanganan kedaruratan di kapal selama ini baru sebatas formalitas dan belum menjadi keharusan. Penilaian itu disampaikannya dalam webinar yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

"Latihan (penanganan kedaruratan) di kapal itu masih sebatas formalitas belum menjadi satu keharusan," kata Soerjanto dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Jumat (18/9) malam.

Hasil investigasi dan praktik di lapangan, menurut dia, menunjukkan penanganan kedaruratan di kapal belum maksimal. Kondisi itu membuat penanganan saat kecelakaan terjadi ikut tidak optimal.

Latihan Tanggap Darurat Diminta Jadi Kebutuhan Awak Kapal

Soerjanto menegaskan pelatihan tanggap darurat perlu diposisikan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban administratif. Tujuannya melatih awak kapal agar mampu bertindak cepat saat keadaan darurat.

"Jadi latihan tanggap darurat bukan ditunjukkan untuk keberhasilan tapi untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan agar dapat dilakukan penyempurnaan," ujarnya.

KNKT pernah menggelar simulasi tanggap darurat di kapal. Dari simulasi itu, sejumlah kendala muncul, terutama saat skenario kebakaran, penggunaan jaket pelampung, dan minimnya kapal penolong.

Selang Hidran Tak Berfungsi Saat Muatan Penuh

Pada simulasi kebakaran, petugas kesulitan menggunakan selang hidran. Hambatan muncul terutama ketika kapal dalam kondisi muatan penuh.

"Kenapa banyak gagal ketika kebakaran, hidrannya tidak berfungsi dengan baik karena memang ternyata setelah kita praktekkan banyak hambatan," katanya.

Kendala lain, memakai pakaian anti api membutuhkan waktu sekitar lima sampai delapan menit dan harus dilakukan berdua. Waktu selama itu dinilai terlalu lama untuk situasi darurat di atas kapal.

Pakai Life Jacket Butuh Tiga sampai Enam Menit

Penggunaan life jacket atau jaket pelampung juga menyita waktu. Soerjanto menyebut rata-rata kru maupun non-kru membutuhkan tiga sampai enam menit untuk mengenakannya.

"Kita amati setelah kita lakukan briefing terus kita minta teman-teman baik kru kapal maupun yang bukan kru kapal ternyata rata-rata mereka menggunakan life jacket antara tiga menit sampai enam menit," katanya.

Temuan-temuan itu menjadi dasar KNKT mendorong perbaikan prosedur tanggap darurat di kapal roro. Latihan rutin dinilai perlu diarahkan pada pengujian peralatan dan pengukuran waktu respons, bukan hanya pemenuhan syarat formal.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks