ISTANBUL — Gempa bumi dengan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Provinsi Ismailia, Mesir timur laut, pada Senin pagi. Badan Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD) menjadi institusi pertama yang merilis data seismik kejadian ini.
Berdasarkan catatan AFAD, episentrum gempa berada pada kedalaman sangat dangkal, yakni 5,47 kilometer di bawah permukaan bumi. Kedalaman tersebut kerap kali membuat guncangan terasa lebih kuat di permukaan dibandingkan gempa dengan magnitudo sama namun berpusat lebih dalam.
Waktu Kejadian dan Lokasi Episentrum
Getaran tercatat terjadi pada pukul 03:00 dini hari waktu setempat. Jika dikonversi ke zona waktu Indonesia bagian barat, kejadian ini berlangsung pada pukul 07.00 WIB.
Ismailia merupakan salah satu provinsi yang berada di kawasan Terusan Suez, jalur pelayaran vital internasional. Wilayah ini memang dikenal memiliki aktivitas seismik yang relatif aktif karena posisinya yang dekat dengan patahan geologi regional.
Mengapa Gempa Dangkal Lebih Berisiko?
Kedalaman hiposenter yang hanya belasan kilometer di bawah permukaan membuat gelombang seismik tidak banyak kehilangan energi saat merambat ke permukaan. Akibatnya, guncangan di permukaan bisa terasa lebih keras meski magnitudonya tidak tergolong besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. AFAD sendiri terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut melalui jaringan sensor seismiknya.
Pihak berwenang setempat di Mesir juga belum mengeluarkan peringatan tsunami, mengingat episentrum gempa berada di daratan dan bukan di dasar laut.