Jakarta - Kadar gula darah yang tinggi perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi diabetes maupun komplikasi kesehatan lainnya. Selain pengobatan medis, ada sejumlah cara alami yang bisa membantu menurunkan gula darah dengan cukup cepat.
1. Olahraga dan aktivitas fisik
Olahraga menjadi cara menurunkan gula darah yang cepat dan efektif, karena dapat menurunkan gula darah dalam tubuh selama 24 jam atau lebih. Berjalan kaki selama 30-45 menit dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan.
2. Asupan serat
Konsumsi makanan berserat membantu menurunkan kadar gula darah tinggi, karena serat memperlambat proses pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula sehingga kadar gula darah naik secara bertahap, bukan melonjak drastis.
3. Pilih karbohidrat kompleks
Pilih karbohidrat kompleks yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah cepat, seperti beras merah, oat, sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
4. Minum air putih yang cukup
Menurunkan gula darah tinggi juga dapat ditempuh dengan mengonsumsi air putih sebanyak 2 liter atau 8 gelas per hari, yang membantu ginjal mengeluarkan kelebihan gula lewat urine.
5. Kualitas tidur
Tidur setidaknya 7-9 jam tanpa gangguan setiap malam membantu tubuh mengatur hormon yang berperan dalam metabolisme gula darah.
Jika kadar gula darah sudah sangat tinggi atau disertai gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, dan tubuh terasa lemas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, mengingat gula darah yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang.
Waspadai gejala gula darah tinggi
Selain langkah-langkah alami di atas, penting untuk mengenali gejala gula darah tinggi seperti sering merasa haus, sering buang air kecil terutama di malam hari, mudah lelah, penglihatan kabur, dan luka yang sulit sembuh. Gejala-gejala ini perlu diwaspadai sebagai tanda perlunya pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan gula darah secara rutin, baik gula darah puasa maupun gula darah sewaktu, dianjurkan terutama bagi yang memiliki faktor risiko seperti kelebihan berat badan, riwayat keluarga diabetes, atau usia di atas 40 tahun. Diagnosis dan penanganan diabetes yang tepat hanya bisa dipastikan lewat pemeriksaan medis, sehingga langkah alami di atas sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti pengobatan yang diresepkan dokter.