PALU — Desakan untuk memetakan potensi helium di Sulawesi Tengah kembali mengemuka. Pengamat Sumber Daya Alam, Andika, secara khusus meminta Badan Geologi Kementerian ESDM berkolaborasi dengan BRIN dan perguruan tinggi untuk melakukan survei bertahap di sepanjang jalur Sesar Palu-Koro.
Menurutnya, sistem sesar aktif seperti Palu-Koro secara geologis berpotensi menjadi jalur migrasi fluida dan gas dari perut bumi. Beberapa penelitian internasional menunjukkan patahan aktif kerap menjadi jalur keluarnya gas mulia, termasuk helium, meski belum ada bukti cadangan komersial di lokasi ini.
Mengapa Helium Menjadi Komoditas Krusial?
Andika menjelaskan permintaan global terhadap helium terus melonjak seiring pertumbuhan industri teknologi tinggi. Gas ini tidak hanya dipakai untuk balon udara atau pengisi gas, tetapi menjadi komponen vital dalam produksi chip semikonduktor dan sistem komputasi kuantum.
“Indonesia selama ini fokus pada eksplorasi nikel, tembaga, emas, dan migas. Padahal, dunia sedang memasuki era ketika helium menjadi komoditas yang sangat penting bagi industri teknologi tinggi. Sudah saatnya Indonesia mulai memetakan potensi sumber daya tersebut,” ujar Andika, Sabtu (1/8/2026).
Penelitian Terdahulu Baru Sampai Anomali Gas Radon
Sejumlah kajian di kawasan Sesar Palu-Koro memang telah mengidentifikasi adanya migrasi gas. Namun, temuan tersebut masih sebatas anomali gas radon yang digunakan sebagai prekursor gempa, bukan bukti keberadaan helium dalam skala ekonomis.
Kendati demikian, indikasi ini dinilai sebagai pintu masuk ilmiah yang layak ditindaklanjuti. “Karena itu, yang kami dorong bukanlah spekulasi, melainkan penelitian berbasis data agar Indonesia memiliki kepastian ilmiah mengenai potensi sumber daya tersebut,” tandasnya.
Peta Jalan Survei yang Diusulkan
Andika mengusulkan tahapan survei yang sistematis, mulai dari pemetaan geologi rinci hingga pengukuran gas tanah. Analisis isotop helium dan pemetaan manifestasi gas alami juga masuk dalam rencana awal yang diusulkan kepada pemerintah.
- Pemetaan geologi rinci di sepanjang segmen sesar aktif
- Pengukuran gas tanah dan analisis isotop helium di titik manifestasi
- Pengeboran eksplorasi menyusul jika hasil survei awal menunjukkan indikasi menjanjikan
Kerja sama dengan mitra internasional dinilai penting untuk mempercepat transfer teknologi dan metodologi riset. Saat ini, belum ada publikasi ilmiah yang membuktikan cadangan helium komersial di Teluk Palu maupun jalur sesar tersebut.
Jika terbukti memiliki cadangan, potensi ini bisa menjadi sumber pendapatan negara baru di luar sektor tambang konvensional. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa proses verifikasi membutuhkan waktu dan pendanaan yang tidak sedikit.