Pencarian

BPBD Kota Palu Target IKD Naik ke 0,80 pada 2029 demi Wujudkan Kota Tangguh Bencana

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:20:46 WIB
BPBD Kota Palu Target IKD Naik ke 0,80 pada 2029 demi Wujudkan Kota Tangguh Bencana
BPBD Kota Palu menargetkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) mencapai 0,80 pada 2029 untuk mewujudkan status kota tangguh bencana.

PALU — BPBD Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyusun peta jalan peningkatan ketahanan daerah terhadap bencana secara bertahap hingga akhir dekade ini. Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu Presly Tampubolon menargetkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) mencapai 0,80 pada 2028 atau 2029.

“Sekarang IKD kita masih di angka 0,74. Target kita pada 2026 naik menjadi 0,76 atau naik dua poin, kemudian 2027 sekitar 0,78, dan pada 2028 atau 2029 kita harapkan sudah mencapai 0,80 sehingga masuk kategori hijau,” kata Presly di Palu, Senin.

Kategori Hijau: Arti dan Syarat Capaiannya

IKD merupakan indeks yang mengukur kemampuan daerah dalam menghadapi bencana dari berbagai aspek, mulai dari penguatan organisasi, regulasi, hingga kemandirian masyarakat dalam kesiapsiagaan. Skor 0,80 hingga 1,0 menempatkan suatu daerah dalam kategori hijau atau resilient city, yang artinya memiliki tingkat resiliensi lebih baik terhadap ancaman bencana.

“Kalau indeks kita sudah 0,80 sampai 1 berarti kita sudah masuk kategori hijau atau resilient city. Jadi angka 0,74 menuju 0,80 inilah yang sedang kita kejar,” ujarnya.

Edukasi Bencana di Sekolah Jadi Prioritas

Peningkatan IKD dilakukan melalui tujuh sasaran prioritas, 71 indikator, dan 284 item kegiatan. Salah satu program unggulan adalah edukasi mitigasi bencana sejak dini melalui simulasi dan sosialisasi di lingkungan sekolah.

BPBD Kota Palu telah menjangkau sekitar 225 Taman Kanak-kanak (TK) dengan simulasi kebencanaan. Pada 2026, program ini akan difokuskan ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Dari total sekitar 184 SD sederajat di Kota Palu, baru 60 sekolah yang telah mendapatkan simulasi dan sosialisasi.

Indeks Risiko Bencana Turun, Likuefaksi Kini Masuk Perhitungan

Di sisi lain, Indeks Risiko Bencana (IRB) Kota Palu menunjukkan tren penurunan. Sejak 2015, IRB Kota Palu tercatat pada angka 181,2 atau masuk kategori tinggi dengan level merah. Setelah berbagai upaya mitigasi, angka tersebut turun menjadi 136.

“Tetapi tahun lalu kita sempat 113. Karena evaluasi baru dari BNPB satu tahun terakhir, ada pertambahan kenaikan indeks risiko kita karena ada jenis bencana yang ditambahkan,” jelas Presly.

Jenis bencana yang sebelumnya belum masuk dalam perhitungan risiko adalah likuefaksi. Setelah gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi meluluhlantakkan Palu pada 2018, ancaman ini kini resmi menjadi bagian dari perhitungan risiko bencana nasional. “Dulu sebelum 2018 dalam perhitungan risiko itu belum ada yang namanya likuefaksi. Setelah masuk, naiklah risiko kita karena ada jenis bencana yang ditambahkan,” katanya.

Regulasi dan Pengawasan Kawasan Rawan Diperkuat

Selain edukasi, BPBD Kota Palu juga memperkuat regulasi dan mekanisme tanggap darurat agar Standar Operasional Prosedur (SOP) seragam di berbagai sektor. Penguatan kawasan rawan bencana menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko, terutama melalui penegasan kawasan yang tidak diperbolehkan untuk pembangunan hunian.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks