SULAWESI TENGAH — Selama hampir satu dekade, laptop premium berlomba-lomba menjadi setipis mungkin. Konsekuensinya, port HDMI dan slot kartu memori lenyap, keyboard kehilangan "travel"-nya, dan komponen seperti RAM serta penyimpanan disolder mati ke papan induk. Produsen menyebutnya sebagai "kemajuan", meski pada praktiknya membuat laptop kurang nyaman dipakai dan sulit diperbaiki. Memasuki 2026, angin mulai berbalik.
Kembalinya Port yang Hilang
Apple menjadi salah satu yang pertama membalikkan arah. Setelah bertahun-tahun hanya mengandalkan USB-C, MacBook Pro kini kembali dibekali port HDMI, slot SD card, dan pengisi daya MagSafe. Langkah serupa diikuti merek lain. Laptop Surface terbaru dari Microsoft, misalnya, membuat baterai, layar, SSD, dan keyboard bisa dilepas oleh pengguna atau teknisi.
Dell dan Lenovo juga mulai menerapkan port USB-C modular di beberapa model. Jika soket rusak, kamu tidak perlu mengganti seluruh motherboard—cukup ganti modul port-nya saja. Ini langkah kecil, tapi dampaknya besar untuk biaya perbaikan jangka panjang.
Framework: Laptop yang Dirancang untuk Upgrade
Jika ada satu merek yang paling vokal membawa misi ini, itu adalah Framework. Laptop Framework 13 memungkinkan pemilik mengganti hampir semua komponen: RAM, penyimpanan, baterai, keyboard, layar, bahkan papan induk. Sistem kartu ekspansi (expansion cards) juga bikin pengguna bisa menukar port USB-C dengan HDMI atau pembaca kartu SD sesuai kebutuhan.
Keunggulan utamanya adalah kompatibilitas antar-generasi. Seseorang yang membeli Framework Laptop 13 tiga tahun lalu bisa memasang papan induk atau layar terbaru tanpa membeli laptop baru. Desain bodi yang tidak banyak berubah dari tahun ke tahun justru menjadi nilai plus—bukan sekadar gengsi, tapi fungsionalitas nyata.
Tentu ada kompromi. Harga Framework cenderung lebih mahal dibanding laptop sejenis yang tidak bisa di-upgrade. Daya tahan baterai dan polesan akhir produknya juga belum selalu setara laptop premium mainstream. Namun, Framework membuktikan bahwa laptop yang bisa diperbaiki tidak harus berarti perangkat eksperimental yang canggung dipakai sehari-hari.
MacBook Neo: Apple Mulai Melunak
Apple juga mengambil langkah hati-hati lewat MacBook Neo. Baterainya kini disekrup, bukan dilem, sehingga lebih mudah diganti. Beberapa port juga diletakkan di papan terpisah, bukan menyatu dengan motherboard. Komponen seperti layar, speaker, dan trackpad bisa dilepas tanpa perlu melawan lem super kuat seperti di model-model sebelumnya.
iFixit memberi skor 6 dari 10 untuk MacBook Neo—nilai terbaik untuk MacBook dalam 14 tahun terakhir. Apple bahkan merilis manual perbaikan resmi sejak hari pertama peluncuran. Namun, RAM dan penyimpanan masih disolder. Artinya, spesifikasi yang kamu pilih saat checkout adalah spesifikasi yang akan kamu bawa sampai laptop itu pensiun. Di tengah kenaikan harga komponen akibat AI memory boom, ini bisa memberatkan dompet.
Satu lagi catatan: salah satu dari dua port USB-C di MacBook Neo hanya mendukung kecepatan USB 2.0, dan keyboardnya tidak punya lampu latar. Meski begitu, langkah ini tetap penting: Apple menunjukkan bahwa laptop tipis dan mulus tidak harus menjadi kotak yang tertutup rapat.
Kenapa Ini Penting Meski Kamu Tidak Pernah Bongkar Laptop
Kamu mungkin tidak akan pernah mengganti baterai sendiri. Tapi saat baterai aus, teknisi di bengkel langganan atau tim IT kantor bisa menggantinya dalam hitungan menit tanpa harus membongkar setengah bodi laptop. Kerusakan kecil seperti soket charger bengkok pun cukup diganti modulnya, bukan seluruh motherboard.
Port dan keyboard adalah komponen yang paling sering kamu sentuh setiap hari. Punya port yang lengkap berarti tidak perlu repot membawa adapter atau dongle ke mana-mana. Keyboard yang nyaman dan bisa diganti jika rusak jauh lebih berarti dalam pemakaian harian dibandingkan ketebalan bodi yang hanya berbeda beberapa milimeter.
Laptop yang Membosankan Itu Justru Ideal
Teknologi yang matang adalah teknologi yang tidak perlu kamu pikirkan lagi. Kamu tidak ingin mengagumi "keberanian" desain laptop setiap kali hendak menyambungkan monitor, mengganti baterai, atau mengetik selama berjam-jam. Yang kamu butuhkan adalah laptop yang bekerja tanpa menimbulkan masalah baru—dan bisa bertahan selama mungkin.
Framework sudah mendorong ide ini paling jauh. MacBook Neo menunjukkan bahwa sebagian dari filosofi itu bisa bertahan di produk arus utama. Keduanya tidak akan mengubah industri dalam semalam. Tapi mereka menawarkan ukuran kemajuan yang berbeda: bukan seberapa cepat laptop terlihat usang, melainkan seberapa lama laptop itu tetap berguna sampai kamu lupa bahwa ia ada di meja kerja.