Pencarian

BMKG Go to School di Sulteng Targetkan 3.000 Pelajar Jadi Agen Mitigasi Gempa dan Tsunami

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:47:45 WIB
BMKG Go to School di Sulteng Targetkan 3.000 Pelajar Jadi Agen Mitigasi Gempa dan Tsunami
BMKG menargetkan 3.000 pelajar di Kota Palu dan Kabupaten Sigi menjadi agen mitigasi gempa dan tsunami melalui program BMKG Go to School.

PALU — BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu mulai menjangkau sekolah-sekolah di dua daerah rawan gempa, Kota Palu dan Kabupaten Sigi, melalui program BMKG Go to School. Kepala Stasiun Djati Cipto Kuncoro mengatakan edukasi mitigasi tidak hanya diberikan kepada orang dewasa, tetapi juga anak-anak dengan metode pembelajaran yang berbeda.

Pelajar Jadi Ujung Tombak Sosialisasi Kebencanaan

"Selain penguatan mitigasi, program edukasi dari sekolah ke sekolah bertujuan menjadikan siswa-siswi sebagai agen perubahan untuk menyampaikan kepada teman atau keluarganya supaya mereka lebih siap menghadapi potensi bencana," kata Djati di Palu, Kamis.

Program ini menyasar tiga jenjang pendidikan sekaligus. BMKG memberikan pemahaman tentang langkah-langkah penyelamatan mandiri saat gempa dan tsunami terjadi.

Sigi Jadi Prioritas Pasca Gempa Magnitudo 6,7

Kabupaten Sigi menjadi perhatian khusus karena baru-baru ini diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,7. BMKG berencana menggelar sekolah lapang gempa dan tsunami di daerah itu pada 2026.

Sepanjang beberapa tahun terakhir, BMKG telah melaksanakan enam kali program sekolah lapang di Sulawesi Tengah. Dua di antaranya difokuskan untuk membangun budaya sadar dan tanggap bencana di wilayah rawan gempa dan tsunami.

Edukasi Mitigasi Tak Boleh Berhenti di BMKG

Djati berharap pihak lain, seperti pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan dunia usaha, turut aktif melakukan sosialisasi maupun lokakarya kebencanaan. "Pemahaman tentang mitigasi tidak hanya diberikan kepada orang dewasa, anak-anak atau usia dini juga harus diberikan pemahaman yang sama dengan metode pembelajaran berbeda," tuturnya.

BMKG menegaskan bahwa tanggung jawab memberikan pemahaman kepada masyarakat tidak boleh berhenti di instansi mereka. Budaya sadar bencana harus tertanam dalam diri setiap individu sejak usia dini.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks