JAKARTA — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi menetapkan kawasan prasejarah Gua Liangkabori dan Liang Metanduno di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan sidang penetapan status oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional telah selesai pekan lalu.
"Penetapan status sidangnya sudah selesai minggu lalu. Nah, tinggal diumumkan, insyaallah awal Agustus ya sebagai cagar budaya nasional," kata Fadli Zon di Jakarta, Senin (13/7).
Lukisan Gua Tertua di Dunia Berusia 67.800 Tahun
Hasil riset lintas perguruan tinggi internasional yang melibatkan Griffith University Australia dan Balai Pelestarian Kebudayaan pada 22 Januari 2026 memastikan temuan ini memecahkan rekor dunia. Lukisan non-figuratif di Gua Metanduno berukuran 14 cm kali 10 cm memiliki usia sedikitnya 67.800 tahun berdasarkan pengujian laser ablation uranium-series.
"Hasil riset tersebut secara resmi dicatatkan dalam Guinness Book of Records 2026. Sebagai lukisan gua non-figuratif tertua di dunia," ujar Fadli Zon.
Temuan ini menggeser rekor sebelumnya di Leang Karampuang, Maros Pangkep, Sulawesi Selatan, yang berusia 51.200 tahun. Lukisan di Muna tercatat 1.100 tahun lebih tua dari batas minimum cap tangan purba Maltravieso di Spanyol yang dikaitkan dengan Neanderthal, serta jauh melampaui usia lukisan Gua Chauvet (30.000-32.000 tahun) dan Lascaux (17.000 tahun).
Menantang Teori Migrasi Out of Africa
Fadli Zon menilai bukti arkeologis di Muna yang memiliki bentang sejarah melewati 2.700 generasi berpotensi menantang dominasi teori migrasi tunggal Out of Africa. Menurutnya, pola migrasi manusia bisa saja berlangsung dua arah atau multiple traffic, termasuk potensi teori Out of Nusantara maupun Out of Sulawesi.
"Selama ini ilmu pengetahuan ada satu pengaruh dari kolonialisme, mereka selalu melihat kita ini relatif lebih muda dan pusatnya di Eropa sana. Dengan bukti arkeologis yang sangat kuat ini, kita harus berani menantang teori-teori lama itu," ucap dia.
Pusat Informasi Lukisan Purba dan Potensi Wisata
Kemenbud berkomitmen membangun Pusat Informasi Lukisan Purba di Kepulauan Muna melalui kantor kementerian di Sulawesi Tenggara. Tujuannya untuk mengoptimalkan perlindungan terhadap ancaman degradasi fisik akibat perubahan iklim.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menilai Liangkobori memiliki nilai sejarah sekaligus potensi wisata budaya. "Pemerintah daerah ingin mengembangkan Liangkobori sebagai pusat penelitian, edukasi budaya, dan destinasi wisata berbasis budaya," ujar dia.
Fadli Zon mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Muna, Pemerintah Desa Liangkabori, para pemangku adat, peneliti, komunitas budaya, serta seluruh masyarakat yang secara lintas generasi merawat kawasan cadas tersebut. Melalui penetapan status ini, Indonesia membuka babak krusial dalam sejarah umat manusia karena situs tersebut menyimpan salah satu bukti peradaban tertua di dunia.