G-Shock 2500 Dirilis, Jam Tangan Full Analog Pertama Casio

Penulis: Eko Saputro  •  Sabtu, 07 November 2026 | 20:49:01 WIB
G-Shock 2500 resmi dirilis sebagai jam tangan full analog pertama dari Casio dalam peluncuran di Carlton Hotel, Singapura.

SULAWESI TENGAH — G-Shock 2500 resmi dirilis sebagai jam tangan full analog pertama dari Casio, menghadirkan desain klasik yang mengutamakan kepraktisan membaca waktu tanpa layar digital. Peluncuran berlangsung di Carlton Hotel, Singapura, pada Sabtu (7/11/2026), dengan tiga varian yang menyasar pengguna pria dan wanita. Langkah ini menandai pergeseran G-Shock dari identitas digital-tough menuju positioning "quiet luxury" yang lebih luas.

Casio mengembangkan G-Shock 2500 dengan inspirasi dari model vintage DW-5000C yang rilis 1983. Desain familiar tersebut dibawa ke era modern lewat sentuhan baru yang membuatnya tetap relevan bagi generasi muda, tanpa meninggalkan karakter tahan banting yang sudah melekat pada lini G-Shock.

Mengapa G-Shock Beralih ke Analog Penuh

Kevin Tan, CSEA Timepiece Marketing Manager, menjelaskan alasan di balik keputusan menghadirkan model analog penuh. Menurutnya, gaya hidup yang semakin cepat membuat orang kehilangan momen menikmati waktu.

"Dengan semakin cepatnya gaya hidup, terkadang kita tidak bisa lagi menikmati waktu. Jadi kami membawa jam tangan ini untuk membawa esensi membaca jam dan mengembalikan hal dasar. Jam tangan ini menunjukan betapa cepatnya waktu berjalan," kata Kevin dalam konferensi pers peluncuran di Singapura.

Kevin menambahkan, produk ini menyasar pelanggan yang mencari sesuatu yang timeless, memadukan teknologi Casio dengan apresiasi lebih dalam terhadap kehidupan.

Detail Desain dan Fitur Hemat Daya

Varian 2500 menghilangkan layar digital dan menggantinya dengan dial jarum detik kecil serta jendela tanggal minimalis. Dial tersebut dilengkapi fitur penghentian jarum detik kecil yang memungkinkan pengguna menghentikan pergerakan jarum untuk mengurangi konsumsi energi dan memperpanjang usia baterai.

Dari sisi tampilan, jam ini memainkan dimensi cahaya dan bayangan pada dial. Eksteriornya mengusung konsep "Toughness, Refined" yang menggabungkan inspirasi bentuk kumbang dan helm ksatria samurai.

"Perpaduan dari semua kontras itu melengkapi versi analog ini dengan harapan pelanggan bisa mengapresiasi jam tangan dan akan dipakai dalam waktu yang lama," jelas Yousuke Nagayama, Global Timepiece Head of Design.

Tiga Varian dan Target Pasar Unisex

Koleksi 2500 hadir dalam tiga pilihan. GAC-2500 memakai resin penuh untuk fungsi dan fleksibilitas harian, GMC-2500 menambahkan aksen logam dengan tampilan lebih premium, sedangkan GMC-2500D dilengkapi bracelet logam yang elegan.

Ketiganya dirancang untuk disesuaikan dengan selera dan kebutuhan pengguna. G-Shock menegaskan fokus menciptakan produk yang bisa dipakai sehari-hari oleh berbagai kalangan.

"Kami berharap produk ini bisa jadi quiet luxury yang bisa diterima di semua kalangan dan dipakai di berbagai waktu. G-Shock telah menjadi ikon dari 'toughness' melalui seri ini kami berharap bisa menjadi standar baru yang unisex dan bisa dipakai dengan baju biasa," ujar Yosuke.

Peluncuran G-Shock 2500 memperluas lini produk Casio di segmen jam tangan analog premium, sekaligus menguji apakah identitas tahan banting G-Shock bisa diterima pasar yang lebih luas, termasuk pengguna yang mencari aksesori fashion ketimbang perangkat digital.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top