MOROWALI — Program Jemput Sakit Pulang Sehat mengantarkan Pemkab Morowali meraih Anugerah Citra Negeri 2025 kategori Citra Daerah Sehat dan Sejahtera. Bagi Iksan, capaian itu belum menjadi garis akhir. Ia justru memakai momen peringatan HKN ke-62 untuk menagih komitmen seluruh jajaran kesehatan.
Peringatan berlangsung di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali. Iksan berdiri di hadapan jajarannya, bukan untuk merayakan trofi, melainkan untuk menekankan bahwa pelayanan kepada warga sakit masih harus terus diperbaiki.
Iksan menyoroti kecenderungan program daerah yang berhenti setelah meraih penghargaan. Menurutnya, program yang menyangkut nyawa manusia tidak boleh hanya hidup di baliho atau lemari kaca tempat trofi disimpan.
Ukuran keberhasilan, kata Iksan, adalah seberapa jauh manfaat program dirasakan warga. Terutama warga yang sakit, yang kesulitan mengakses layanan medis, dan yang selama ini berjuang sendiri mencari penanganan.
"Saya ingin juga menyampaikan soal Jemput Sakit Pulang Sehat ini, jangan cuma slogan. Di tahun 2025 kita mendapatkan salah satu penghargaan dari program Jemput Sakit Pulang Sehat ini. Saya berpesan untuk selalu ditingkatkan," ujar Iksan.
Dari arahan itu, Iksan menegaskan prinsip pelayanan yang ia inginkan: negara hadir menjemput, bukan sekadar memanggil. Pelayanan kesehatan diminta aktif menjangkau warga, tidak menunggu mereka datang ke fasilitas medis.
Instruksi tersebut menyasar seluruh jajaran terkait di lingkungan Pemkab Morowali. Mereka diminta menjalankan program dengan sungguh-sungguh agar manfaatnya benar-benar sampai ke masyarakat.
Dengan begitu, penghargaan Anugerah Citra Negeri 2025 tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat. Iksan ingin capaian itu menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Morowali harus meningkat secara berkelanjutan.