Panel Surya di Gurun Talatan China Jadi Padang Gembala Domba

Penulis: Andi Pratama  •  Kamis, 05 November 2026 | 13:04:31 WIB
Panel surya di Gurun Talatan, China, dimanfaatkan sekaligus sebagai area penggembalaan domba.

SULAWESI TENGAH — Pembangkit listrik tenaga surya di Gurun Talatan, China, kini juga berfungsi sebagai padang penggembalaan domba yang membantu memulihkan lingkungan setempat. Pemanfaatan lahan gabungan antara energi terbarukan dan peternakan itu mengubah cara kawasan gurun dikelola. Pendekatan ini menunjukkan lahan PLTS tak harus steril dari aktivitas warga.

Gurun Talatan di China menjadi lokasi uji coba yang memadukan pembangkit listrik tenaga surya dengan penggembalaan domba. Kawasan yang sebelumnya gersang itu kini dipakai untuk dua fungsi sekaligus: menghasilkan listrik dan menopang peternakan warga sekitar.

Apa yang Terjadi di Gurun Talatan

Panel-panel surya yang berdiri di atas lahan gurun tidak menutup seluruh permukaan tanah. Ruang di antara deretan panel dimanfaatkan untuk menggembalakan domba, sehingga lahan tetap produktif meski sudah dialihfungsikan menjadi kawasan pembangkit.

Pemanfaatan lahan seperti ini mengubah kawasan pembangkit listrik tenaga surya menjadi padang penggembalaan. Dampaknya bukan hanya ekonomi bagi peternak, tetapi juga pemulihan lingkungan di sekitar area PLTS.

Mengapa Panel Surya dan Domba Bisa Berdampingan

Keberadaan panel surya memberi naungan sebagian bagi tanah dan vegetasi di bawahnya. Kondisi itu memungkinkan rumput tumbuh, yang kemudian menjadi pakan alami bagi domba yang digembalakan di area tersebut.

Sebaliknya, aktivitas penggembalaan membantu menjaga vegetasi agar tidak tumbuh liar menutupi panel. Siklus ini membuat lahan gurun tetap terkelola tanpa harus mengorbankan fungsi pembangkit listriknya.

Dampak bagi Pemulihan Lingkungan

Penggabungan PLTS dengan penggembalaan disebut membantu memulihkan lingkungan di kawasan gurun. Vegetasi yang tumbuh di antara panel menahan tanah dari erosi, sementara kotoran ternak menyuburkan lahan yang sebelumnya tandus.

Bagi warga sekitar, model ini membuka sumber penghasilan tambahan dari peternakan tanpa harus bersaing dengan lahan pembangkit. Lahan yang sama menghasilkan listrik sekaligus pangan.

Konteks Pemanfaatan Lahan Energi Terbarukan

Pendekatan serupa mulai dilirik di berbagai negara yang memiliki lahan luas dan intensitas matahari tinggi. Alih-alih membiarkan area PLTS tertutup rapat, operator memanfaatkan ruang kosong untuk pertanian atau peternakan skala kecil.

Di Indonesia, model agrivoltaik dan peternakan terpadu di kawasan PLTS masih tergolong terbatas. Padahal, kebutuhan lahan untuk energi terbarukan terus meningkat seiring target bauran energi nasional.

Keberhasilan uji coba di Gurun Talatan akan menjadi acuan apakah pola serupa bisa diperluas ke kawasan gurun lain di China. Bagi industri energi, kombinasi PLTS dan peternakan menawarkan jalan tengah antara ekspansi kapasitas listrik dan keberlanjutan lahan.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top