PALU — Ketua El Dancer Kota Palu, Yoan, menyebut komunitas tari itu dibentuk sebagai ruang berkumpul bagi anak muda agar waktu luang mereka tidak habis untuk aktivitas tanpa arah. Anggota yang terhimpun mencapai sekitar 200 orang dan berasal dari sejumlah gereja di kota tersebut serta daerah sekitarnya.
Komposisi anggota mencakup lintas denominasi, mulai dari Katolik, Protestan, Pentakosta, hingga Karismatik. Yoan menegaskan tidak ada seleksi khusus bagi siapa pun yang ingin bergabung, selama tujuannya mengikuti kegiatan positif.
Latihan rutin berlangsung setiap Selasa, Rabu, dan Kamis, pukul 18.00 hingga 20.00 Wita. Jadwal malam itu dipilih menyesuaikan kesibukan anggota yang sudah bekerja, kuliah, atau masih sekolah.
Menghadirkan seluruh anggota dalam satu sesi latihan bukan perkara mudah. Yoan mengakui jadwal yang berbeda-beda membuat kehadiran kerap tidak penuh.
"Kadang-kadang kita agak sulit mengumpulkan mereka karena dari berbagai pekerjaan mereka, kuliah mereka, sekolah mereka," jelasnya saat ditemui di Lapangan Vatulemo, Balai Kota Timur, Kota Palu, Selasa (3/11/2026).
Alasan di balik pendekatan seni tari bukan sekadar soal panggung. Yoan menyebut kegiatan keagamaan lewat menari menjadi cara komunitas menjauhkan generasi muda dari pergaulan yang kurang baik.
"Daripada anak-anak nongkrongnya tidak jelas, lebih bagus mereka melakukan kegiatan yang positif, kegiatan keagamaan seperti menari," ujarnya.
Harapan serupa ia sampaikan soal masa depan anggota. Komunitas ini diharapkan terus menjadi tempat berkumpul yang aman bagi pemuda-pemudi Kota Palu.
"Harapan kami, ini kami kan ingin menyelamatkan generasi muda, ceritanya yang sudah mulai terpengaruh dengan pergaulan yang kurang bagus," pungkas Yoan.
Selain latihan tari, El Dancer tengah menyiapkan perayaan Natal bagi pemuda-pemudi komunitas se-Kota Palu. Acara dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2026 di Gereja Gajah Mada.
Persiapan kegiatan tersebut sudah berjalan sekitar satu bulan sebelum jadwal pelaksanaan. Perayaan ini menjadi agenda bersama pertama yang melibatkan anggota dari berbagai gereja dalam komunitas.