Wakapolres Touna Pimpin Subuh Keliling di Masjid Nurul Hidayah Uemalingku, Warga Diingatkan Bahaya Karhutla

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:46:01 WIB
Wakapolres Touna Kompol Junus Djoni Achpah memimpin kegiatan Subuh Keliling di Masjid Nurul Hidayah Uemalingku.

TOUNA — Kompol Junus Djoni Achpah bertindak mewakili Kapolres Touna dalam kegiatan yang digelar di masjid kelurahan tersebut. Ia datang bersama Kabag SDM AKP Muh. Natsir, Kasat Binmas AKP Agus Habibie, dan jajaran Satbinmas Polres Touna. Rombongan tiba sebelum waktu subuh dan langsung bersiap untuk shalat berjamaah bersama warga.

Program PBM sendiri dirancang sebagai pintu masuk kepolisian ke tengah masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. Lewat pertemuan di masjid, polisi memanfaatkan momen ibadah untuk menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung.

Imbauan Karhutla saat Musim Panas Melanda Touna

Poin pertama yang ditekankan Wakapolres adalah bahaya kebakaran hutan dan lahan. Cuaca panas yang tengah melanda Kabupaten Tojo Una-Una membuat potensi karhutla meningkat tajam.

Ia meminta warga tidak membuka lahan baru dengan cara membakar, termasuk saat membersihkan kebun. Praktik tersebut disebutnya sebagai pemicu utama karhutla yang harus dicegah bersama.

"Kami mengimbau warga masyarakat agar tidak membuka lahan baru atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Saat ini wilayah kita sedang mengalami musim panas, sehingga potensi karhutla sangat tinggi dan harus kita cegah bersama," ujar Kompol Junus di hadapan para jamaah.

Orang Tua Diminta Awasi Pergaulan Remaja

Ancaman penyalahgunaan narkoba menjadi sorotan berikutnya. Wakapolres menilai generasi muda di Touna berada di posisi rawan dan membutuhkan pengawasan ketat dari keluarga.

Peran orang tua disebutnya sebagai benteng pertama. Pengawasan terhadap pergaulan anak-anak remaja dinilai lebih efektif dibanding penindakan setelah kasus terjadi.

"Perhatikan dan awasi pergaulan anak-anak kita, khususnya yang masih remaja, agar tidak terjerumus dalam bahaya penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Saring Informasi Sebelum Dibagikan di Media Sosial

Dinamika dunia digital juga masuk dalam arahan. Menjelang arus informasi yang makin deras di media sosial, jamaah diminta lebih cermat menerima dan membagikan berita.

Wakapolres mengingatkan risiko hoaks dan ujaran kebencian yang kerap memicu konflik di tengah masyarakat. Kebiasaan menyaring informasi sebelum menyebarkannya disebut sebagai langkah paling sederhana untuk menekan risiko itu.

"Saring informasi sebelum dibagikan. Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks serta hindari segala bentuk ujaran kebencian di media sosial," tambahnya.

Tokoh Agama Diajak Sinergi Jaga Kamtibmas

Kompol Junus juga mengajak tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat Kelurahan Uemalingku memperkuat sinergi menjaga stabilitas keamanan lingkungan masing-masing. Masjid dipandang sebagai simpul yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut.

Bagi warga yang menemukan potensi gangguan kamtibmas, jalur pelaporan sudah disiapkan. Laporan bisa disampaikan ke Bhabinkamtibmas setempat atau melalui Call Center 110 Polri.

"Jika ada informasi terkait gangguan kamtibmas di sekitar tempat tinggal, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas setempat atau melalui Call Center 110 Polri agar dapat segara kami tindak lanjuti," pungkasnya.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: infotouna.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top