PALU — Hamlin menegaskan bahwa dirinya siap melanjutkan tongkat komando kepemimpinan IKAHUT Untad menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) organisasi tersebut. Kesediaan itu disampaikan dengan semangat kebersamaan dan komitmen membangun organisasi ke arah yang lebih inklusif. Ia menilai IKAHUT Untad punya potensi besar berkembang menjadi organisasi alumni yang lebih solid, progresif, dan kreatif.
Gagasan utama yang dibawa Hamlin adalah menjadikan IKAHUT Untad sebagai rumah besar bagi seluruh alumni. Ia menekankan tidak ada sekat berdasarkan angkatan, latar belakang profesi, maupun pilihan dalam proses pemilihan kepemimpinan. Menurutnya, kekuatan organisasi terletak pada kemampuan menyatukan pengalaman para senior dengan semangat dan gagasan segar dari alumni yang lebih muda.
Perpaduan itu dinilai sebagai modal penting dalam menentukan arah dan masa depan IKAHUT Untad. Hamlin menyebut perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.
"Tekad saya adalah membangun IKAHUT Untad menjadi organisasi yang semakin terbuka, solid, dan produktif. Saya ingin seluruh alumni merasa memiliki organisasi ini, memiliki ruang untuk berkontribusi, serta mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang," ungkap Hamlin.
Ke depan, Hamlin berharap IKAHUT Untad tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi. Organisasi ini dinilai perlu berkembang menjadi ruang kolaborasi dan pengembangan kapasitas alumni. Sejumlah program strategis yang didorong antara lain berbagi pengalaman, memperluas jaringan dan akses dunia kerja, membangun peluang kerja sama, hingga menghadirkan kontribusi konkret bagi almamater dan masyarakat.
Hamlin juga menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mengelola organisasi. Menurutnya, IKAHUT Untad harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi para alumni.
"Impian saya, IKAHUT Untad ke depan menjadi organisasi yang memiliki arah perjuangan jelas, program kerja terukur, dan mampu melahirkan gagasan-gagasan kreatif yang bisa diwujudkan. Saya ingin membangun kepemimpinan yang mengedepankan kolaborasi, mendengar aspirasi seluruh alumni, serta membuka ruang bagi setiap potensi untuk tumbuh dan berkembang," tegas Hamlin.
Bagi Hamlin, keberlanjutan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang memimpin. Komitmen seluruh alumni untuk menjaga persatuan dan bersama-sama membesarkan organisasi dinilai sama menentukan. Karena itu, momentum Mubes IKAHUT Untad diharapkan menjadi ruang demokrasi yang mengedepankan kedewasaan, persaudaraan, dan semangat membangun.
Dengan begitu, siapa pun yang mendapatkan amanah nantinya dapat membawa organisasi menuju masa depan yang lebih baik. Hamlin menutup dengan harapan agar IKAHUT Untad menjadi rumah bersama tempat seluruh alumni saling menguatkan dan berkolaborasi.
"Harapan saya sederhana, mari kita jadikan IKAHUT Untad sebagai rumah bersama, tempat seluruh alumni saling menguatkan, berkolaborasi, dan memberikan karya terbaik. Organisasi ini harus semakin besar bukan hanya dalam nama, tetapi juga dalam manfaat dan kontribusinya," tutupnya.