JAKARTA — Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis daftar figur potensial untuk kontestasi Pilpres 2029. Dari sejumlah nama kepala daerah yang disurvei, Anwar Hafid menjadi satu-satunya gubernur asal Sulawesi yang menembus daftar tersebut.
Perolehan top of mind Anwar sebesar 0,2 persen menempatkannya di antara tokoh-tokoh yang sudah lebih dulu dikenal di panggung nasional. Posisi teratas survei itu diisi Gibran Rakabuming Raka dengan 3,7 persen.
Selain Gibran, dua nama lain yang menempati urutan atas adalah Mahfud MD dengan 2,9 persen dan Pramono Anung dengan 2,5 persen. Anwar menyusul di kelompok bawah bersama sejumlah figur daerah lain yang ikut masuk radar responden.
Menurut Dedi Kurnia Syah, angka top of mind tidak selalu berbicara soal elektabilitas final. Namun kemunculan nama seorang kepala daerah di daftar capres menandakan adanya perhatian publik yang cukup nyata.
“Ada pesan prestatif yang dianggap publik positif. Nama Anwar Hafid dan Sherly Tjoanda diharapkan publik masuk di kontestasi Pilpres. Tokoh populer di kalangan kepala daerah cukup banyak, tetapi tidak semua masuk dalam harapan publik,” kata Dedi, dikutip Rabu (28/10).
IPO menyoroti sejumlah aspek kepemimpinan Anwar selama memimpin Sulawesi Tengah. Fokus pada pengembangan hilirisasi, investasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia disebut menjadi faktor yang dianggap positif oleh publik.
Sulawesi Tengah sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas hilirisasi nikel yang besar. Kebijakan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri menjadi salah satu isu yang melekat pada kepemimpinan daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Selain soal kebijakan, gaya memimpin dinilai ikut menentukan penerimaan publik. Dedi menyebut tren saat ini mengarah pada figur yang mampu melebur bersama masyarakat.
“Gaya memimpin turut memengaruhi, tren yang terbangun sekarang adalah pemimpin yang dekat atau melebur bersama masyarakat, tidak elitis, dan ekspresif menunjukkan kasih sayang kepada rakyat,” ungkapnya.
Munculnya nama Anwar memperkaya daftar figur dari daerah yang diperhitungkan dalam dinamika politik menuju Pilpres 2029. Survei IPO periode 12–20 Oktober 2026 menjadi salah satu potret awal, bukan prediksi akhir.
Sejumlah kepala daerah lain juga disebut memiliki popularitas tinggi di wilayahnya masing-masing. Namun menurut IPO, popularitas lokal tidak otomatis berbanding lurus dengan harapan publik di level nasional.
Daftar bursa capres versi lembaga survei biasanya terus berubah seiring pergerakan figur, koalisi partai, dan isu yang berkembang menjelang pendaftaran kandidat. Nama Anwar Hafid kini tercatat sebagai salah satu yang masuk pantauan awal.