BANGGAI — Kepala SD Inpres Ondo-Ondolu SPC, Tasmin, membuka langsung kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di sekolahnya. Pembukaan dihadiri sejumlah guru dan orang tua siswa, sekaligus memperkenalkan Anhar sebagai pembina dan pelatih.
Anhar bukan nama baru di cabang olahraga ini. Ia merupakan pelatih Perguruan Pencak Silat KESABARAN Cabang Banggai yang selama ini menangani pembinaan atlet di wilayah tersebut.
Pembukaan ekskul pencak silat di SD Inpres Ondo-Ondolu SPC disebut sebagai yang pertama dilakukan atas prakarsa langsung pihak sekolah di Kabupaten Banggai sejak 1992. Klaim itu merujuk pada pengalaman Anhar selama menangani pembinaan silat di daerah tersebut.
Artinya, selama lebih dari tiga dekade, ekskul silat di Banggai umumnya tidak lahir dari inisiatif sekolah sendiri. Pola yang dibangun di Ondo-Ondolu SPC berbeda: sekolah yang mengambil langkah awal, lalu menggandeng perguruan sebagai mitra teknis.
Program latihan merupakan hasil kerja sama antara pihak sekolah dan Perguruan Pencak Silat KESABARAN Cabang Banggai. Sekolah menyediakan wadah kegiatan, sementara perguruan menempatkan pelatih untuk menangani latihan rutin.
Pembagian peran itu membuat pembinaan tidak bergantung pada satu pihak saja. Guru dan orang tua siswa dilibatkan sejak pembukaan, sehingga pengawasan kegiatan berjalan berlapis.
Pencak silat menuntut kelenturan, keseimbangan, dan disiplin gerak yang lebih mudah dibentuk pada usia sekolah dasar. Membina atlet sejak dini memberi waktu lebih panjang untuk membangun fondasi teknik sebelum masuk jenjang prestasi.
Selain itu, ekskul di sekolah menempatkan latihan dalam lingkungan yang sudah dikenal siswa. Orang tua tidak perlu mencari tempat latihan di luar jam sekolah, karena kegiatan berlangsung di lingkungan yang sama dengan kelas sehari-hari.
Bagi Kabupaten Banggai, langkah ini menambah jalur pembibitan atlet dari sektor pendidikan. Sekolah dasar menjadi titik masuk yang selama ini jarang digarap secara terstruktur untuk cabang silat.
Setelah pembukaan pada Kamis, 15 Oktober 2026, latihan rutin menjadi tahap berikutnya di SD Inpres Ondo-Ondolu SPC. Anhar akan menangani materi dasar sekaligus membentuk kelompok siswa yang berminat mengikuti pembinaan lebih lanjut.
Pihak sekolah belum memerinci jadwal latihan pekanan maupun target jumlah peserta. Yang jelas, ekskul ini dirancang berjalan berkelanjutan, bukan kegiatan seremonial sekali jalan.
Ke depan, keberhasilan program akan terlihat dari dua hal: konsistensi kehadiran siswa di latihan dan munculnya atlet binaan yang mewakili sekolah di ajang antarpelajar. Keduanya butuh waktu, dan sekolah telah menyatakan komitmen membina sejak usia dini.