Pemkot Palu Tanggung BPJS Ketenagakerjaan 700 Pekerja Disabilitas, Dinsos Percepat Verifikasi 600 Warga

Penulis: Deni Kurniawan  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:43:31 WIB
Kepala Dinas Sosial Kota Palu Susik menyatakan Pemkot Palu menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 700 penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal.

Pemerintah Kota Palu menanggung perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi sekitar 700 penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal, disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Palu Susik. Pemkot juga membiayai jaminan layanan kesehatan kelompok yang sama melalui BPJS Kesehatan. Dinas Sosial kini mempercepat pendataan dan verifikasi terhadap sekitar 600 penyandang disabilitas untuk memastikan seluruh hak mereka terpenuhi.

PALU — Kepala Dinas Sosial Kota Palu Susik menyatakan pihaknya menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk 700 penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal. Jaminan itu menjadi bagian dari kewajiban pemda memenuhi hak kelompok tersebut di dunia kerja.

Selain perlindungan ketenagakerjaan, Pemkot Palu menanggung jaminan layanan kesehatan penyandang disabilitas lewat program BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah daerah. Dua skema itu menyasar akses layanan dasar yang selama ini sering terputus bagi warga dengan disabilitas.

Verifikasi Baru Menjangkau 600 dari Ratusan Warga Sasaran

Dinas Sosial Kota Palu telah memverifikasi sekitar 600 penyandang disabilitas di wilayah tersebut. Jumlah itu masih di bawah cakupan yang ditargetkan, sehingga pendataan dan verifikasi dipercepat.

Percepatan itu bertujuan memastikan seluruh penyandang disabilitas memperoleh akses terhadap hak, program, dan layanan pemerintah sesuai kebutuhan masing-masing. Data yang rapi menjadi syarat agar bantuan tidak salah sasaran.

Lurah, RT, dan RW Diminta Aktif Laporkan Warga yang Butuh Pendampingan

Susik meminta aparatur kelurahan, ketua RT, dan ketua RW aktif melaporkan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian pemerintah. Laporan dari tingkat paling bawah dinilai paling cepat menjangkau warga yang belum terdata.

"Saya sampaikan di semua pertemuan, kepada lurah, RT, dan RW, tolong sampaikan ke kami supaya kami juga cepat merespons terkait dengan masyarakat yang perlu mendapat perhatian," ujarnya.

Menurut Susik, pelaporan dari masyarakat membantu Dinas Sosial mengidentifikasi warga yang membutuhkan pendampingan maupun akses terhadap program pemerintah. Informasi itu juga menjadi dasar agar respons dan pelayanan disesuaikan dengan kebutuhan tiap warga.

Sinergi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci Palu Ramah Disabilitas

Susik berharap sinergi pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terus diperkuat. Kolaborasi itu dinilai menentukan tercapainya Kota Palu yang inklusif dan ramah disabilitas.

Dua program jaminan yang sudah berjalan menyisakan pekerjaan di sisi data. Selama verifikasi belum tuntas, sebagian penyandang disabilitas berisiko belum tersentuh layanan kesehatan maupun perlindungan ketenagakerjaan.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top