PALU — Rakhmat Renaldy meninggalkan Kanwil Kemenkum Sulteng setelah hampir satu tahun sepuluh bulan memimpin. Selama periode itu, ia membangun sejumlah fondasi layanan hukum yang menyentuh langsung masyarakat di 13 kabupaten/kota Sulawesi Tengah.
Pergantian jabatan ditandai pelantikan oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Rakhmat dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala Kanwil Kemenkum Kalimantan Selatan.
Salah satu warisan yang paling menonjol adalah penguatan Pos Bantuan Hukum di seluruh desa dan kelurahan. Program itu memperluas akses masyarakat terhadap layanan hukum hingga tingkat paling bawah.
Lewat Posbankum, warga di pelosok tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke kota hanya untuk berkonsultasi soal hukum. Layanan dasar itu kini tersedia di lingkungan tempat tinggal mereka.
Di bidang Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum Sulteng mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah. Fokusnya mencakup pengembangan potensi kekayaan intelektual komunal yang dimiliki daerah.
Langkah ini penting agar produk dan budaya khas Sulawesi Tengah mendapat perlindungan hukum. Tanpa pendaftaran, potensi ekonomi dari kekayaan komunal rawan diklaim pihak lain.
Penguatan kualitas dan kemudahan layanan juga dipacu pada sektor Administrasi Hukum Umum. Cakupannya meliputi optimalisasi layanan badan hukum, kenotariatan, apostille, dan berbagai urusan administrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Transformasi digital dan komunikasi publik turut mendapat perhatian. Sementara di sisi internal, pembangunan Zona Integritas didorong melalui penguatan tata kelola, pelayanan publik, pengawasan, akuntabilitas, serta budaya kerja berintegritas.
Rakhmat menegaskan bahwa seluruh capaian selama masa kepemimpinannya bukan hasil kerja seorang diri. Ia menyebut jajaran dan mitra kerja sebagai pihak yang berperan besar dalam proses tersebut.
"Tidak ada capaian yang lahir dari kerja seorang diri. Apa yang telah dicapai Kanwil Kemenkum Sulteng merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dan dukungan para mitra. Saya hanya menjadi bagian dari proses tersebut," ujar Rakhmat dalam keterangannya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenkum Sulteng yang telah berjalan bersama selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, tantangan terbesar seorang pemimpin bukan hanya mencapai target, tetapi memastikan organisasi memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang setelah pergantian kepemimpinan.
"Pertahankan hal-hal baik yang sudah dibangun. Jangan takut berinovasi dan jangan pernah berhenti memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pesannya.
Kini estafet kepemimpinan Kanwil Kemenkum Sulteng diteruskan kepada Hendrik Pagiling, S.H., M.H. Rakhmat berharap berbagai fondasi yang telah dibangun dapat terus dipelihara dan dikembangkan.
Serah terima jabatan di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulteng menjadi penanda transisi kepemimpinan di tengah upaya penguatan layanan hukum bagi warga di 13 kabupaten/kota.