PALU — Jembatan Wombo Kalonggo tidak hanya menghubungkan Desa Wombo dan Desa Wombo Kalonggo. Menurut Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, jembatan itu juga memperkuat konektivitas menuju Desa Wombo Mpanau dan wilayah sekitarnya. Karena itu, ia menyebut infrastruktur tersebut setara dengan "tol desa".
Anwar Hafid menegaskan pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar pekerjaan fisik. Menurutnya, infrastruktur membuka akses warga menuju pusat ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas sosial. "Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa. Ini sama dengan Berani Lancar, namanya tol desa," kata Anwar Hafid saat meninjau lokasi.
Pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo menjadi bentuk dukungan Pemprov Sulteng kepada pemerintah kabupaten. Tujuannya memastikan akses masyarakat tetap terbuka di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Mantan Bupati Morowali dua periode itu menilai kolaborasi provinsi-kabupaten penting agar pembangunan tidak terhenti.
Selain Jembatan Wombo Kalonggo, Pemprov Sulteng mendorong pengembangan konektivitas Siniu–Pantolon. Jalur ini dinilai strategis sebagai alternatif sekaligus membuka akses baru untuk kawasan industri. "Kalau Kebun Kopi macet, bisa lewat Siniu, bisa lewat Sausu. Kira-kira begitu. Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Anwar Hafid.
Penguatan konektivitas itu diarahkan menopang Siniu sebagai salah satu kawasan industri pengolahan baterai dan industri pendukung lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Sulteng memaparkan perkembangan sejumlah program 9 BERANI. Program Berani Cerdas Kuliah disebut telah memberi manfaat kepada sekitar 47 ribu mahasiswa. Sementara Program Berani Sehat melayani sekitar 270 ribu masyarakat Sulawesi Tengah.
Layanan Berani Sehat menjangkau warga yang tidak memiliki BPJS aktif, menunggak iuran, maupun memiliki penyakit yang tidak ditanggung BPJS. Cakupan itu menjadi salah satu andalan Pemprov Sulteng di sektor kesehatan.
Pemprov Sulteng menyerahkan bantuan sosial berupa 1.500 paket sembako kepada masyarakat di tiga desa. Masing-masing desa menerima 500 paket. Warga juga didorong menyampaikan aspirasi melalui layanan Berani Samporoa di nomor 0811-6662-222 yang aktif 24 jam.
Kegiatan itu dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Anggota DPRD Kabupaten Donggala Mas Ali, Camat Tanantovea, pimpinan OPD Provinsi Sulteng, para kepala desa, unsur BPD, kepala dusun, serta tokoh adat, agama, pemuda, dan masyarakat.