Sports Tourism Jadi Motor Baru Pertumbuhan Pariwisata Indonesia

Penulis: Deni Kurniawan  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:20:01 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berbicara dalam Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika 2025 di Jakarta.

SULAWESI TENGAH — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai wisata olahraga atau sports tourism berpeluang menjadi sumber pertumbuhan baru sektor pariwisata Indonesia. Survei Ekspedia mencatat 44 persen responden bersedia bepergian ke luar negeri demi menghadiri event olahraga, dengan pengeluaran rata-rata USD1.500 per perjalanan. Pandangan itu disampaikan dalam Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika 2025 di Jakarta.

Peluncuran buku tersebut sekaligus menjadi penanda Kick-Off Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga. Menurut Widiyanti, olahraga tidak lagi sekadar aktivitas kompetisi, melainkan sudah berkembang menjadi alasan tersendiri bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata.

Dia menyebut minat wisatawan datang ke berbagai daerah maupun negara demi menyaksikan atau ikut serta dalam event olahraga terus meningkat. UN Tourism bahkan mengestimasikan sports tourism menyumbang 10 persen dari total belanja wisata global, dengan pertumbuhan 17,5 persen hingga 2030.

Gaya Hidup Aktif Mendorong Minat Wisata Olahraga

Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia ikut membuka peluang tersebut. Widiyanti mencontohkan meningkatnya aktivitas di kawasan Car Free Day, pertumbuhan studio kebugaran dan komunitas lari, hingga semakin beragamnya jenis olahraga yang digemari.

Perkembangan minat itu berjalan seiring bertambahnya event olahraga berstandar internasional di Indonesia. MotoGP Mandalika menjadi salah satunya, bersama sejumlah ajang lain yang mencatat partisipasi besar.

  • HYROX Jakarta diikuti 11.500 peserta, debut dengan jumlah peserta terbesar di Asia Pasifik, sekitar 35 persen di antaranya dari luar negeri
  • Jakarta International Marathon 2026 diikuti 45.500 pelari, termasuk 1.012 pelari internasional dari 55 negara

Event Saja Tidak Cukup, Produk Wisata Perlu Dibangun

Widiyanti menegaskan pengembangan sports tourism tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan kompetisi. Pemerintah perlu membangun produk wisata yang memberi pengalaman kepada pengunjung sebelum dan setelah event berlangsung.

Di kawasan Sirkuit Mandalika, berbagai aktivitas wisata dapat dikembangkan sebagai atraksi tambahan bagi wisatawan yang datang ke Lombok. Konsep serupa diterapkan lewat stadium tour di Jakarta International Stadium, yang menawarkan pengalaman wisata di dalam stadion dan berpotensi menarik komunitas pendukung klub sepak bola.

Contoh lain datang dari Tour de Singkarak yang pernah memperkenalkan Sumatra Barat sebagai destinasi wisata. Meski kini vakum, pengalaman penyelenggaraannya menunjukkan bagaimana olahraga dapat membangun citra suatu daerah. Rangkaian Geopark Run yang melewati kawasan Ijen, Mencakup, Ciletuh, dan Belitung disebut dapat menjadi pintu masuk memperkenalkan potensi adventure tourism.

"Event-event ini menjadi pengungkit nama destinasi para wisata Indonesia," kata Widiyanti.

Distribusi Event dan Daya Dukung Destinasi Jadi Tantangan

Di balik peluang tersebut, pengembangan sports tourism masih menghadapi sejumlah kendala. Distribusi event belum merata karena sebagian besar kegiatan masih terkonsentrasi di destinasi tertentu.

Widiyanti mendorong setiap daerah menciptakan event yang mengangkat karakter, budaya, serta keunggulan lokal masing-masing. Kementerian Pariwisata terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, sektor swasta, dan pemangku kepentingan pariwisata.

Persoalan lain berkaitan dengan daya dukung destinasi. Lonjakan wisatawan pada periode event besar dapat menekan kapasitas akomodasi dan infrastruktur. Setiap penyelenggaraan event internasional perlu dibarengi koordinasi antara Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dan industri pariwisata.

Kunjungan Berkelanjutan Jadi Ukuran Keberhasilan

Keberhasilan sports tourism juga harus diukur dari kemampuannya menciptakan kunjungan berkelanjutan. Destinasi tidak seharusnya hanya ramai saat event utama berlangsung, tetapi tetap punya daya tarik di periode di luar penyelenggaraan.

Widiyanti menyebut pengembangan produk wisata berbasis sports tourism menjadi kunci agar manfaatnya tidak berhenti pada momen kompetisi saja. Dengan begitu, sports tourism bisa menjadi motor pertumbuhan yang berkelanjutan bagi pariwisata Indonesia.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: vibizmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top