SULAWESI TENGAH — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dampak ekonomi MotoGP Mandalika hampir menyentuh Rp5 triliun. Pemerintah menargetkan 145 ribu pengunjung pada penyelenggaraan tahun ini untuk memperbesar manfaatnya.
Pernyataan itu disampaikan Erick saat menghadiri peluncuran buku tentang MotoGP Mandalika 2025 di Jakarta. Ia menegaskan ajang balap motor internasional tersebut memberi kontribusi nyata bagi perekonomian, bukan sekadar klaim di atas kertas.
"MotoGP ini bukan kaleng-kaleng, itu real, ekonomi impact-nya mencapai hampir Rp5 triliun," kata Erick, dikutip dari Antara.
Pemerintah tidak berhenti pada capaian tersebut. Erick menyebut pihaknya terus mendorong pertumbuhan jumlah penonton pada penyelenggaraan berikutnya, dengan target 145 ribu orang pada MotoGP tahun ini.
"Kami terus tingkatkan, dan target pengunjung tahun ini bisa 145 ribu orang," ujarnya.
Angka itu menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat penyelenggaraan ajang olahraga internasional. Menurut Erick, MotoGP merupakan program yang dampaknya terasa di tingkat nasional maupun daerah.
Erick sebelumnya mengungkap nilai ekonomi sport tourism global mencapai Rp9.500 triliun. Dari angka itu, Indonesia baru memperoleh sekitar 0,5 persen, atau setara Rp39 triliun.
Ia juga menyebut nilai industri olahraga global kini berada di kisaran Rp8.000 triliun. Besarnya selisih itu membuat pemerintah mengoordinasikan kementerian terkait untuk menggarap sektor wisata olahraga secara lebih terarah.
"Kita gali seluruh potensi yang kita bisa serahkan kepada bangsa ini. Tentu salah satunya dengan mengoordinasikan, mengimplementasikan, dan menghasilkan sebuah kegiatan yang impactful untuk sport tourism," kata Erick.
Pengembangan sport tourism disebut menjadi bagian dari dukungan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah ingin berbagai potensi olahraga menghasilkan kegiatan yang berdampak ekonomi lebih luas.
MotoGP Mandalika menjadi salah satu contoh yang menunjukkan peluang tersebut. Dengan dampak ekonomi hampir Rp5 triliun, penyelenggaraan ajang ini terus didorong agar manfaatnya menjangkau lebih banyak sektor, dari perhotelan hingga usaha kecil di sekitar sirkuit.
"Olahraga ini sangat berpotensi, potensi yang luar biasa yang selama ini kita tidak melihat," kata Erick.