Tan Cheng Hoe Siapkan Siasat Ganda Malaysia Hadapi Indonesia di SUGBK

Penulis: Andi Pratama  •  Minggu, 27 September 2026 | 22:46:01 WIB
Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe memimpin sesi latihan jelang laga melawan Indonesia di ASEAN Cup 2026.

SULAWESI TENGAH — Tan Cheng Hoe menyiapkan dua opsi taktik untuk Malaysia saat menghadapi Indonesia di laga kedua Grup A ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (28/9/2026). Pelatih 58 tahun itu menimbang antara bermain menekan atau lebih terbuka dalam menyerang demi meredam Skuad Garuda tanpa kehilangan daya serang.

Staf kepelatihan Harimau Malaya masih membahas pendekatan terbaik jelang duel di Jakarta. Tan menilai karakter pertandingan melawan Indonesia jauh berbeda dibanding partai pembuka kontra Bangladesh.

Malaysia datang dengan modal kemenangan 3-0 atas Bangladesh, sementara Indonesia mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin, membuat pertemuan di SUGBK krusial untuk menjaga momentum di Grup A.

Dua Opsi Taktik yang Sedang Ditimbang

Tan menyebut pihaknya belum memutuskan apakah Malaysia akan bermain seperti biasa, melakukan tekanan tinggi, atau lebih terbuka dalam menyerang. Ia menekankan pentingnya menemukan keseimbangan antara meredam permainan Indonesia dan tetap menghadirkan ancaman.

"Kami akan melihatnya bersama staf pelatih. Kami perlu berdiskusi apakah akan bermain seperti biasa, melakukan tekanan, atau lebih terbuka dalam menyerang," kata Tan seusai memimpin latihan di Lapangan ABC, Senayan, Minggu (27/9/2026).

Pelatih asal Malaysia itu mengakui ada persoalan tersendiri jika timnya memilih bertahan penuh. Menurutnya, menetralisasi permainan Indonesia tidak boleh membuat kecepatan serangan Malaysia hilang.

"Kalau kami bertahan untuk menetralisasi permainan Indonesia, bagaimana kami tetap bisa mempertahankan kecepatan serangan? Kami juga perlu menyerang untuk mendapatkan sesuatu yang positif bagi tim," ulasnya.

Waspadai Kualitas Merata Skuad Garuda

Tan telah memantau penampilan Indonesia pada laga sebelumnya. Ia menilai Skuad Garuda punya kualitas yang tersebar di banyak posisi, bukan hanya bertumpu pada satu atau dua pemain.

"Tentu saja, saya melihat mayoritas pemain secara keseluruhan memiliki kekuatan. Jika mereka bisa bermain sebagai sebuah tim, Indonesia tentu memiliki peluang yang bagus," kata Tan.

Kendati mengakui kekuatan lawan, ia menargetkan Harimau Malaya mampu bersaing sepanjang 90 menit dan memberikan perlawanan maksimal di SUGBK.

"Kami harus mencoba, kami harus memberikan perlawanan dan bersaing dengan Timnas Indonesia. Kami ingin memberikan persaingan terbaik dengan tim yang kami miliki," tuturnya.

Riuh SUGBK Dianggap Sumber Motivasi

Selain menyiapkan strategi, Tan meminta para pemain Malaysia menjaga fokus penuh pada jalannya pertandingan. Ia tidak ingin timnya terlalu memikirkan faktor luar, termasuk suporter tuan rumah.

"Kami fokus pada pertandingan dan tidak boleh terlalu memikirkan berbagai hal seperti Indonesia maupun suporter," ujar Tan.

Mantan pelatih Kedah dan Kelantan itu justru melihat sorakan penonton sebagai energi tambahan. Suasana SUGBK yang diprediksi padat tidak dianggapnya sebagai masalah.

"Saya rasa sorakan bisa memberikan kami lebih banyak semangat dan motivasi. Lebih baik bermain di tengah kerumunan ribuan orang," lanjutnya.

Atmosfer Berbeda Jadi Tantangan Tersendiri

Persiapan Malaysia disebut berjalan sesuai rencana. Tan mengingatkan duel kontra Indonesia akan menghadirkan atmosfer yang berbeda dibanding laga-laga sebelumnya.

"Kami sudah pernah melihat pertandingan di sini. Pertandingan melawan Indonesia adalah pertandingan yang berbeda, dengan suasana yang berbeda dan jumlah penonton yang berbeda. Jadi, semua orang di dalam tim antusias menghadapi pertandingan ini," kata Tan Cheng Hoe.

Bagi Malaysia, hasil di Jakarta akan menentukan posisi mereka di Grup A. Kemenangan menjaga peluang finis di puncak grup, sementara kekalahan membuat persaingan menuju babak berikutnya berjalan lebih ketat.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top