PALU — Kepala OJK Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra menyatakan pihaknya mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan pada wilayah berkarakteristik 3T agar masyarakat dapat memahami serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat sesuai kebutuhan.
Pernyataan itu disampaikan Bonny di Palu, Jumat, menandai pelaksanaan kegiatan edukasi keuangan dan pra-inkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif di Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan.
OJK menilai warga di wilayah 3T menghadapi tantangan geografis dalam memperoleh layanan keuangan formal. Kondisi itu membuat akses mereka terhadap perbankan, asuransi, dan produk jasa keuangan lain lebih terbatas dibanding daerah lain di Sulawesi Tengah.
Kegiatan di Desa Luk Panenteng menjadi bagian dari upaya OJK memperluas akses keuangan masyarakat, khususnya pada wilayah yang selama ini sulit dijangkau layanan keuangan formal.
"Program ini merupakan upaya OJK bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk menghadirkan akses keuangan yang lebih dekat, mudah dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Bonny.
Dalam kegiatan tersebut, OJK memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat Desa Luk Panenteng yang disampaikan oleh Duta Literasi dari Media Massa.
Materi edukasi mencakup tiga hal utama:
Selain edukasi, OJK melaksanakan pra-inkubasi EKI untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dalam pengembangan ekosistem keuangan inklusif di desa tersebut.
OJK Sulawesi Tengah menggandeng Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam pelaksanaan program ini. Kedua pihak mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal secara tepat sesuai kebutuhan.
Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan mendukung masyarakat dalam mengelola keuangan, mengembangkan potensi ekonomi, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Program Ekosistem Keuangan Inklusif sendiri menjadi kerangka OJK mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan pada wilayah dengan karakteristik 3T di Sulawesi Tengah.